Tuanku Imam Bonjol diasingkan ke Desa Lota, Pineleng, Kabupaten Minahasa pada tahun 1839 bersama satu orang pengawal setianya bernama Apolos Minggu. Sampai dengan akhir hidupnya, Tuanku Imam Bonjol tidak menikah sehingga tidak mempunyai keturunan, yang menikah hanyalah pengawal setianya yang menikahi gadis Minahasa bernama Mency Parengkuan. Mency masuk Islam dan terjadilah penyebaran agama Islam di Minahasa.
"Waktu zaman Imam Bonjol, daerah sini jadi kampung Islam, Islam sudah berkembang di sini. Setelah Imam Bonjol meninggal, kampung ini kena wabah penyakit malaria, sehingga penduduk yang kena wabah memilih pindah ke daerah Pineleng yang jaraknya sekitar 1,5 km dari Desa Lota, di situlah mayoritas penduduk muslim yang lain pindah. Ada Masjid besar di situ, sementara Islam yang ada di sini, kita di sini sekarang sekitar 45 KK," pungkas Nurdin yang merupakan keturunan dari pengawal setia Tuanku Imam Bonjol.
Makam Tuanku Imam Bonjol tak sulit dijangkau. Sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Manado, menuju ke jalan raya Tomohon. Setelah menempuh jarak sekitar 9 Km akan menenui gapura bertuliskan Makam Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol di sebelah kiri jalan, sekitar 1 km dari gapura tersebut kita akan menemukan lokasi makam Tuanku Imam Bonjol yang berada di sisi kiri jalan.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.