Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HISTORIPEDIA: Tentara Merah Rusia Menginvasi Finlandia Pada Masa PD II

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Jum'at, 09 Juni 2017 |06:01 WIB
HISTORIPEDIA: Tentara Merah Rusia Menginvasi Finlandia Pada Masa PD II
Tentara Merah Rusia menginvasi Finlandia. (Foto: History Collection)
A
A
A

PADA hari ini, atau tepatnya pada 9 Juni 1944, pasukan tentara Rusia melakukan pergerakan menuju Karelia Timur, Finlandia. Rusia diketahui berniat untuk kembali mengambil kendali di wilayah tersebut yang seharusnya memang telah menjadi milik negara Uni Soviet itu.

Berdasarkan ketentuan Perjanjian Moskow pada 1940, Finlandia terpaksa menyerahkan sebagian wilayahnya, termasuk Karelian Isthmus, ke Rusia. Kala itu, Rusia melakukan perebutan wilayah karena berencana menciptakan zona penyangga bagi Leningrad.

Guna melindungi diri dari perambahan Rusia secara lebih lanjut, Finlandia lalu mengizinkan Jerman untuk melintasi negaranya dalam upaya mendorong pasukan Rusia ke Timur. Finlandia sendiri pada dasarnya tidak terlibat aliansi formal dengan kekuatan Axis.

Berkat jasa Jerman yang mampu menggoyahkan Rusia, Finlandia pun kemudian mendapat keberanian untuk melawan. Mereka kemudian terlibat perang "War of Continuation" dan memenangkan sebagian besar wilayah yang sebelumnya telah diserahkan ke Moskow dalam perjanjian 1940.

Sayangnya pasukan Jerman mengalami kemunduran. Dan pada akhirnya pasukan sekutu kembali membombardir Finlandia. Rusia terus melakukan pemboman di Balkan, sebagai bagian dari strategi "pesawat ulang-aliknya". Akibatnya Finlandia mulai panik dan mengajukan tawaran kepada Stalin untuk menandatangani gencatan senjata.

Tepat pada 9 Juni, Pasukan Tentara Merah Rusia sekali lagi menyerang Karelia Timur karena Stalin menolak untuk bernegosiasi maupun menerima penyerahan diri Finlandia secara simbolis. Finlandia lalu kembali ke 'teman setianya' Jerman, yang menjanjikan dukungan terus-menerus.

Namun kemudian terjadi perubahan dalam pemerintahan Finlandia yang akhirnya memutuskan untuk menandatangani gencatan senjata serta memberi apa yang Stalin inginkan. Semua wilayah yang tercatat dalam perjanjian 1940 akan dikembalikan menjadi milik Rusia.

Sementara itu, di sisi lain tentara Jerman berniat akan merebut tanah Finlandia. Tentara Jerman yang menolak untuk pergi akhirnya membuat perang tak terhindarkan. Pertarungan mengerikan terjadi antara dua raksasa.

Pasukan Axis kalah telak dan membuat Rusia mendapatkan apa yang diinginkannya. Tidak hanya kembali mendapat wilayah Finlandia, Rusia juga mendapat dana reparasi perang dalam jumlah besar. Finlandia kemudian dikenal karena kepasifannya menghadapi ancaman Soviet di era pascaperang.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement