“Logikanya begini, ketika ada seorang anak datang kepada orangtuanya, apa langsung diberi oleh-oleh bangunan pendapa yang masih berdiri tegak di kerajaan. Apalagi, diberi hadiah Dampar Kecana, yang mana tempat duduk raja itu sangat sakral. Istri atau anak tidak akan berani duduk di tempat itu,” jelasnya.
Jejak Majapahit lainnya terdapat di atas mihrab atau tempat pengimanan. Sebuah gambar hiasan berbentuk segi delapan yang disebut Surya Majapahit, diartikan sebagai lambang Kerajaan Majapahit. Sementara di dalam mihrab, terdapat gambar bulus yang merupakan prasasti Condro Sengkala.
“Prasasti ini memiliki arti sarira sunyi kiblating gusti, bermakna tahun 1401 saka atau 1479 Masehi, yang dipercaya sebagai tahun berdirinya masjid. Gambar bulus terdiri kepala yang berarti angka satu, empat kaki berarti angka empat, badan bulus berarti angka nol, sedangkan ekor bulus berarti angka satu,” ungkapnya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.