Image

Melihat Keramahan Muslim NTB Menerima Turis dan Upaya Menangkal Radikalisme

Dara Purnama, Jurnalis · Senin 12 Juni 2017, 15:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 06 12 340 1713921 melihat-keramahan-muslim-ntb-menerima-turis-dan-upaya-menangkal-radikalisme-iKI4wWUmmw.jpg Gubernur NTT Zainul Majdi bersama Dubes AS untuk Indonesia Joseph R Donovan saat berada di atas menara Masjid Islamic Center NTB (Antara)

MATARAM - Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk salah satu provinsi tujuan wisata halal di Indonesia. Berada di antara Pulau Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT), NTB memiliki banyak potensi halal tourism. Mayoritas penduduk provinsi itu juga beragama Islam.

Muslim NTB sangat ramah menerima dengan terbuka para turis yang datang baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Mereka juga sama-sama menangkal radikalisme masuk ke tengah masyarakat.

Kapolda NTB Brigjen Firli mengatakan, ada tiga organisasi Muslim terbesar di NTB yakni Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) dan Nahlatul Wathan. Mereka hidup saling menghormati dan mampu menerima keberadaan turis yang membawa kebudayaanya sendiri.

"Alhamdulillah turis itu diterima di sini," kata Firli di Markas Polda NTB, Kota Mataram, Senin (12/6/2017).

NTB, kata Firli, termasuk ke dalam program strategis pembangunan nasional. Ada 10 daerah yang mendapat perhatian serius oleh pemerintah terkait pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika salah satunya NTB.

"Pariwisata berkembang di sini karena potensinya bagus. Kalau kita datang ke Bali mungkin sekarang hunian hotel yang tahun dulu full, sekarang hanya 50 persen karena banyak yang lari ke sini," katanya.

Polda berkomitmen menjadikan NTB aman dan layak dikunjungi. Pada 2015, kejahatan yang melibatkan orang asing hanya ada 42 baik yang menjadi korban maupun pelaku.

"Kalau dibandingkan dengan angka wisatawan asing yang datang sebanyak 3 juta lebih jumlah itu sangat kecil. Di tahun 2016 jumlahnya turun ke angka 37. Sementara di tahun 2017 belum ada warga asing yang menjadi korban kejahatan. Jadi suasana NTB cukup nyaman," paparnya.

 

Dari sembilan kabupaten dan kota yang ada di NTB, ada satu daerah yang menjadi perhatian serius bagi seluruh stakeholder terkait di NTB yakni Kabupaten Bima. Sebab, kata mantan Wakapolda Jawa Tengah ini, ada sembilan orang pelaku terorisme yang tergabung dalam kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan almarhum Santoso berasal dari Bima.

"Jadi penduduknya sebagian besar Islam tapi terorisnya juga ada walaupun kecil. Mereka tidak ada dan beraksi di sini tapi si Sulawesi Tengah," kata Firli.

Oleh karena itu, program kontra radikalisme intensif dicanangkan oleh pemerintah bersama stakeholder terkait yakni polisi, BNPT dan ulama.

"Ini kita canangkan di pesantren bersama ulama. Ceramah di masjid para ustadznya akan bercerita bagaimana NKRI, bagaimana kebhinekaan, serta Pancasila itu yang selaku dikelola. Selain elemen tersebut kita sering sosialisasi kontraradikalisme di Bima misalnya di masjidnya, atau pesantrennya," tukasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, Saiful Muslim mengatakan, sosialisasi kontradikalisme dilakukan secara bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Bagi MUI, ada tiga pondok pesantren yang menjadi perhatian khusus yakni Pesantren Abu Bakar As Siddiq dan Pesantren Almadinah di Bima, kemudian Pesantren Usman bin Affan di Dompu.

Dulunya ada juga Pesantren Umar bin Khatab yang sekarang perubahannya sudah luar biasa. “Sudah ganti nama menjadi madani yang awalnya tertutup menjadi terbuka. Kami bersama mulai dari Kapolda, Kabinda, Kesbangpol, Korem terus turun untuk melakukan kontraradikal ini," katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun sembilan teroris yang berasal dari Bima dan bergabung dalam kelompok Santoso itu antara lain ,Basri alias Bagong, Muhammad Fuad alias Fajar alias Chan, Shaka alias Anton alias Tiger,Busran alias Bursro alias Atif, Farid alias Imam, Qatar alias Farel, Na'e alias Galuh,Abu Alim, Ahmad Yani Anwar alias Romzi alias Basir dan istri kedua almarhum Santoso Jumiatin Muslim alias Atun alias Bunga alias Umi. Dari sembilan orang ini ada yang tewas, dan ditangkap oleh Satgas Operasi Tinombala.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini