Ilustrasi. Muslim Tentara AS salat bareng. (Foto: Army)
Di Amerika Serikat, kemeriahan Ramadan hanya bisa terjadi berkat keaktifan komunitas Muslim setempat dalam melestarikan tradisinya. Komunitas Muslim di sana seringnya memanfaatkan Ramadan untuk berzikir, diskusi Quran dan Hadits, sahur dan iftar bersama, meditasi individu dan introspeksi diri. Intinya ialah mendekatkan diri kepada Allah lebih lagi. Tak lupa, mereka juga bersedekah untuk membantu sesama yang membutuhkan.
Abu Sulaiman di Ottawa, Kanada mengaku kesulitan menyesuaikan jadwal berbuka dan puasa. Bahkan untuk salat lima waktu pun menjadi tantangan tersendiri baginya, terutama saat memasuki musim dingin. Selama Ramadan, dia seringnya masih bekerja ketika azan berkumandang dan seharusnya sudah waktu berbuka puasa.
(Silviana Dharma)