Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Berjuang 18 Tahun, Berdirinya Masjid Indonesia-Tokyo Mudahkan WNI Muslim di Jepang Beribadah

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Sabtu, 17 Juni 2017 |17:00 WIB
Berjuang 18 Tahun, Berdirinya Masjid Indonesia-Tokyo Mudahkan WNI Muslim di Jepang Beribadah
Persemian Masjid Indonesia-Tokyo oleh Dubes RI untuk Jepang, Arifin Tasrif. (Foto: Kemlu/KBRI Tokyo)
A
A
A

MENJALANI ibadah puasa Ramadan di negeri orang tentunya memiliki kesulitan tersendiri dibandingkan dengan di Tanah Air. Selain cuaca, perbedaan waktu, kesulitan mencari makanan halal, fasilitas ibadah turut memberi faktor kesulitan tersendiri.

Begitu juga warga negara Indonesia (WNI) Muslim di Jepang khususnya Tokyo. Mereka kerap kesulitan beribadah karena ketiadaan masjid. Sejak 18 tahun lalu, para WNI muslim di Tokyo pun berjuang mendirikan masjid. Kini perjuangan mereka membuahkan hasil, Masjid Indonesia-Tokyo telah berdiri.

Berdasarkan rilis resmi dari panitia pembangunan Masjid Indonesia-Tokyo yang diterima Okezone beberapa waktu lalu, lebih dari 10 ribu umat Islam Indonesia di Tokyo dan sekitarnya telah mendambakan kehadiran masjid tersebut. Penantian itu semata-mata guna WNI Muslim di Jepang bisa meraih kesempurnaan dalam menjalankan ibadah, serta memiliki wadah untuk berbagai kegiatan Islami.

Inisiasi dari pembangunan Masjid Indonesia-Tokyo dicetuskan oleh Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Jepang pada 1999. Tentunya pembangunan tempat ibadah bagi umat Islam ini bukan tanpa hambatan. Ketersediaan lahan yang terbatas dan harga lahan yang tinggi menjadi kendala utama pada awal pembangunan. Namun, seiring berlalunya waktu dan dukungan baik dari pihak Pemerintah Indonesia maupun seluruh warga Muslim dari penjuru Jepang membuat masjid dambaan ini akhirnya bisa berdiri di Ibu Kota Negeri Sakura.

Masjid Indonesia-Tokyo diresmikan pada Jumat 26 Mei 2017 atau bertepatan dengan tanggal 29 Syaban 1438 H oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Mickronesia, Arifin Tasrif. Peresmian tersebut dilakukan tepat sebelum bulan suci Ramadan tiba. Tentunya hal ini memiliki dampak yang besar terhadap Muslim di Tokyo yang merasa dimudahkan dengan kehadiran masjid tersebut.

Seorang WNI yang terlibat langsung dalam pembangunan Masjid Indonesia-Tokyo, Firman Bagja Juangsa menuturkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas berdirinya tempat ibadah umat Islam itu.

"Alhamdulillah tahun ini kami mulai bisa melakukan ibadah di Masjid Indonesia Tokyo, yang dibangun setelah 18 tahun perjuangan umat Islam di Jepang dan Tokyo khususnya," ujar Firman yang menetap di daerah Miyamae-ku, Kawasaki-shi, Kanagawa kepada Okezone belum lama ini.

Dengan berdirinya Masjid Indonesia-Tokyo pada Ramadan 1438 Hijriah kali ini, kegiatan Muslim di Tokyo memiliki wadah yang lebih baik. Sebelumnya WNI Muslim di Jepang melaksanakan kegiatan keagamaan di Balai Indonesia, Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT). Kegiatan rutin yang ada di Masjid Indonesia-Tokyo di antaranya adalah buka puasa bersama, seminar keislaman, dan tabligh akbar.

"Setiap hari ada buka puasa bersama yang disediakan KMII di Masjid Indonesia-Tokyo. Setiap Minggu, ada tabligh akbar yang mendatangkan ustadz berbeda dari Indonesia. Allhamdulillah dengan ini jadi sering bertemu orang-orang Indonesia," imbuhnya.

Suasana sesudah salat tarawih di Masjid Indonesia-Tokyo. (Foto: Istimewa)

Dalam sebulan, KMII mengundang total empat ustadz yang kemudian bergantian selama seminggu untuk mengisi kajian setiap harinya di Masjid Indonesia-Tokyo ini.

Pria yang menempuh pendidikan di Tokyo Institute of Technology itu menambahkan, KMII juga turut aktif memberikan berbagai informasi kepada masyarakat asli Jepang tentang Islam setiap bulannya melalui kegiatan seminar. Berkat program tersebut beberapa orang Jepang tertarik untuk memeluk Islam.

"Alhamdulillah dari beberapa kesempatan ada orang Jepang yang masuk Islam melalui kegiatan tersebut," terang Firman.

Sementara itu, Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia yang kini menjalani tahun keduanya dalam menjalani Ramadan di Negeri Sakura, Pandu Manggala menyatakan, kehadiran Masjid Indonesia pertama di Jepang itu membuatnya bisa menjalankan ibadah salat tarawih Ramadan secara berjamaah bersama WNI lainnya.

"Kebetulan saya tinggal di 'kampung Indonesia' dalam artian komunitas Indonesia cukup banyak yang tinggal di daerah saya yaitu Miyamae. Setiap Sabtu malam sehabis berbuka di rumah, kita seringkali patungan menyewa mobil dari daerah Miyamae ke daerah Meguro untuk salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Indonesia-Tokyo. Umumnya kita patungan hanya sekitar 200-300 yen atau Rp20-30 ribu untuk menyewa mobil selama kurang lebih 4-5 jam. Di situ saya juga merasakan kehangatan dan ukhuwah Islamiyah," papar Pandu.

Pria kelahiran 1987 yang saat ini menempuh pendidikan National Graduate Institute fot Policy Studies itu menerangkan bahwa salat tarawih di Tokyo biasanya selesai sekira pukul 22.30 atau 23.00 malam waktu setempat. Waktu salat tarawih yang berakhir pada larut malam membuat Pandu memilih untuk terjaga hingga menjelang sahur dan baru beristirahat setelah Subuh.

"Pola hidup sehari-hari jadi pembeda Ramadan di Jepang dan di Indonesia. Kalau di Indonesia biasanya sehabis tarawih kita sempatkan tidur dulu untuk bangun sahur paginya, tapi karena di Jepang ini waktu sahurnya cukup awal, saya biasanya jadi selalu melanjutkan aktivitas di malam hari dan tidur sebentar biasanya setelah waktu subuh. Biasanya kalau ikut tarawih, dan ketika sampai ke apartemen, rasanya tanggung apabila harus istirahat dulu," tukasnya.

Muslim di Jepang sendiri diketahui menjalani ibadah puasa lebih lama dari Indonesia yaitu sekira selama 16 jam. Waktu Subuh biasanya tiba sekira pukul 02.30 dini hari dan waktu berbuka tiba sekira pukul 18.56 waktu setempat. Ramadan kali ini juga diketahui datang sebelum puncak musim panas, sehingga memudahkan Muslim untuk berpuasa.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement