Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Otoritas Beijing Temukan Apartemen Bawah Tanah yang Dihuni 400 Orang

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Selasa, 20 Juni 2017 |18:01 WIB
Otoritas Beijing Temukan Apartemen Bawah Tanah yang Dihuni 400 Orang
Apartemen bawah tanah di Beijing. (Foto: SCMP)
A
A
A

BEIJING – Penduduk di area perumahan elite di Beijing, China, dikejutkan dengan penemuan sebuah tempat tinggal di bawah tanah. Sedikitnya 400 orang imigran tinggal di perumahan bawah tanah tersebut dalam kondisi yang sangat berbahaya.

Penemuan tersebut seakan menjawab pertanyaan mengapa banyak ditemukan orang-orang berwajah asing di Beijing akhir-akhir ini. Para pemuda itu terlihat di Taman Julong dekat Gongti, sebuah area bar populer di kalangan ekspatriat.

Penyelidikan atas kecurigaan tersebut menemukan, para penghuni dan otoritas setempat melihat adanya dunia tersembunyi di bawah tanah. Seperti dimuat South China Morning Post, Selasa (20/6/2017), sedikitnya 400 orang yang sebagian besar pekerja asing tinggal di asrama tersebut.

Bangunan di lantai dasar itu bahkan terdiri dari dua tingkat. Di salah bunker terbesar, bunker no.7, otoritas menemukan lebih dari 40 ruangan sempit dan gelap yang diisi oleh tempat tidur tingkat. Ruangan terbesar tersebut diisi lebih dari 36 orang.

Salah satu penghuni menuturkan, ia menyewa ruangan bawah tanah itu seharga 1.300 yuan China atau setara Rp2,5 juta per bulan. Harga sewa tersebut hanya 10% dari biaya sewa yang harus dibayarkan jika tinggal di wilayah elite yang berada di atasnya.

Penghuni lainnya mengatakan, rekan-rekannya yang juga bekerja di bar terdekat turut tinggal di apartemen bawah tanah tersebut. Apartemen bawah tanah tersebut tidak dilengkapi dengan ventilasi dan pencahayaan yang cukup. Meski demikian, setiap ruangan memiliki dapur yang cukup kecil dan mesin cuci.

Otoritas belum dapat mengungkap pemilik apartemen bawah tanah tersebut. Namun, basement tersebut yang diketahui sebagai sisa dari perang dingin, dimiliki secara resmi oleh seorang pejabat biro pertahanan sipil dari distrik setempat. Basement tersebut diyakini disewakan ke orang lain.

Hal yang paling mengkhawatirkan adalah para penghuni itu hanya bisa keluar masuk melalui satu pintu. Buruknya akses tersebut tidak hanya membahayakan para penghuni apartemen bawah tanah, tetapi juga para penduduk yang tinggal di atas.

Pengungkapan tersebut adalah bagian dari operasi otoritas Beijing untuk membersihkan penyakit masyarakat. Selama empat bulan pertama 2017, otoritas sudah berhasil menindak sedikitnya 600 tempat tinggal bawah tanah di Beijing.

(Silviana Dharma)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement