PURWAKARTA - Imbauan untuk tidak melaksanakan ‘Takbir on The Road’ di daerah lain di Indonesia, tampaknya tidak berlaku di Purwakarta. Warga di daerah yang terkenal dengan falsafah pembangunan ala Sunda ini bahkan diakomodasi untuk kegiatan rutin jelang Hari Raya Idul Fitri tersebut melalui Festival Dulag.
Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat ditemui pada Sabtu (24/6/2017) di rumah dinasnya, Jalan Gandanegara Nomor 25, kompleks Setda Purwakarta. Pria yang kini gemar mengenakan peci hitam itu mengatakan bahwa tradisi sambut Idul Fitri dengan kegiatan Festival Dulag sudah berlangsung sejak 10 tahun lalu saat pertama kali menjabat sebagai Bupati Purwakarta yakni Tahun 2008.
Sebagaimana biasa, menurut dia, akan ada sebanyak 999 bedug yang ditabuh dalam festival yang akan dilaksanakan di sepanjang Jalan KK Singawinata, Purwakarta tersebut. "Ini kan tradisi yang sudah melegenda dalam rangka menyambut fajar 1 Syawal setiap tahun. Kami sudah melakukannya sejak 10 Tahun lalu. Setiap tahunnya selalu meriah dan warga bisa tertib mengikutinya," ujar Dedi.
Panitia teknis dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyebut, persiapan untuk kegiatan sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari meliputi sosialisasi kepada kantor instansi pemerintah, instansi swasta, kantor Badan Usaha Milik Negara dan kantor Badan Usaha Milik Daerah dan seluruh komunitas yang ada di Purwakarta. Hal ini dilakukan agar malam takbiran juga jalannya kegiatan berlangsung dengan tertib dan terpusat untuk mempermudah cipta kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Ini event berhadiah, jadi kita melombakan tabuhan dulag dari para peserta. Semua tim boleh ikut asal membawa bedug sendiri," ujar Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Heri Anwar, saat dikonfirmasi.