Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Keluarga Korban Teror di Mapolda Sumut Dapat Bantuan dari BNPT

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Selasa, 04 Juli 2017 |21:22 WIB
Keluarga Korban Teror di Mapolda Sumut Dapat Bantuan dari BNPT
Keluarga korban Teror di Mapolda Sumut dapat bantuan dari BNPT
A
A
A

MEDAN – Tim dari Badan Nasional Penanggulangan teroris (BNPT) menyambangi Markas Komando Polda Sumut, di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Selasa (4/7/2017).

Mereka datang untuk bertemu langsung dengan keluarga ‎Ipda (Anumerta) Martua Sigalingging, anggota Detasemen Pelayanan Markas Polda Sumut yang menjadi korban saat berlangsungnya aksi penyerangan oleh dua terduga teroris ke Mapolda Sumut pada perayaan Idul Fitri 1438 Hijriah, 25 Juni 2017 lalu.

Tim BNPT yang dipimpin langsung Direktur Perlindungan BNPT, Brigjen Pol Herwan Chaidir itu juga Brigadir E Ginting, korban selamat dalam penyerangan itu

‎Herwan Chaidir mengatakan kehadiran pihak BNPT untuk memulihkan kehidupan para keluarga korban meninggal dunia dan korban selamat atas kasus teros di Mapolda Sumut, Minggu, 25 Juni 2017, lalu.

"Kita datang untuk menjalankan tupoksi kami bahwa BNPT diberikan kewenangan untuk memberikan pemulihan kepada korban akibat terorisme, kepada keluarga korban yang ditinggalkan bahwa negara ada untuk keluarga korban," sebut Hermawan.

Hermawan menyebutkan, pihaknya siap memfasilitasi keluarga korban untuk mendapatkan hak-haknya. Bagi BNPT meski Ipd (Anumerta) Martua Sigalingging telah berpulang, namun keluarganya tetap menjadi keluarga besar kepolisian.

“Kita hadir agar keluarga korban, yang juga keluarga kita, tidak berjalan sendiri. Kita ingin silaturahmi tetap terjadi meski almarhum sudah berpulang,” tandasnya.

Perwakilan keluarga almarhum Ipda (Anumerta) Martau Sigalingging, Poltak Purba, mengucapkan terima kasih atas perhatian Polda Sumut dan BNPT kepada keluarga korban.

"‎Terima kasih kepada Polda Sumut dan BNPT untuk nasehat dan perhatiannya kepada kami dan meminta maaf yang sebesarnya atas nama keluarga Ipda Anumerta M.Sigalingging bila ada kesalahan dan semoga personel Polda Sumut selalu dilindungi selama bertugas dan kejadian ini menjadi yang terakhir," kata Poltak.

Kemudian, pihak BNPT memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia dan korban selamat.‎ Kemudian, dilakukan konseling dan pengecekan TKP dipenjagaan pintu III Polda Sumut lokasi aski teror tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua terduga pelaku teror melakuan penyerangan terhadap Mapolda Sumut pada Minggu 25 Juni 2017, tepat di saat umat muslim tengah merayakan Idul Fitri 1438 Hijriah. Kedua pelaku yakni AR dan SP, masuk ke Mapolda Sumut dengan menyelinap melompat pagar dan langsung menuju salah satu pos yang ada di markas tersebut.

Di pos itu, kedua terduga teroris menyerang Ipda (Anumerta) Martua Sigalingging yang tengah tertidur karena sedang kurang sehat. Penyerangan itu sempat mendapatkan perlawanan dari personel Yanma Polda Sumut itu. Namun Martua akhirnya roboh ditikam kedua pelaku.

Aksi kedua terduga teroris itu kemudian dipergoki Brigadir E Ginting. Ginting yang melihat Martua sudah bersimbah darah kemudian meminta bantuan personel Brimob yang berjaga di pos lainnya di markas tersebut.

Personel brimob yang tiba kemudian menembak kedua terduga teroris. AR tewas seketika setelah peluru petugas menembus dadanya. Sementara SP berhasil ditangkap hidup dengan luka tembak dibagian paha.

Saat ini, sudah empat tersangka yang ditetapkan dalam kasus penyerangan itu. Yakni AR, SP, HP alias B dan FPY. Tiga diantaranya yakni SP, HP dan FPY telah diboyong ke Jakarta untuk kepentingan penyelidikan Detasemen Khusus 88 Anti-teror Mabes Polri. Sementara jenazah AR sudah diserahkan dikebumikan di Medan.

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement