Pada momentum itu, Bahara mengaku menyinggul soal peredaran narkotika yang cukup mencengangkan di wilayah Papua, termasuk isu tentang radikalisme dan terorisme yang belakang ini ramai diperbincangkan di berbagai media, sehingga diperlukan sikap antisipasi oleh masyarakat dan pemangku kepentingan. "Kami juga harus perang melawan narkoba, antisipasi kasus penghinaan baik secara lisan maupun lewat media sosial, menyangkut kelompok radikal dan terorisme harus di waspadai, kunci dari Sitkamtibmas tetap aman dan kondusif yaitu tingkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, yang tentunya komunikasi serta koordinasi antara semua pihak diperluka," kata Bahara.
Secara terpisah, Kasat Narkoba Polres Merauke AKP Nuryanti mengatakan ribuan liter minuman keras yang dimusnahkan itu diantaranya 738 botol ukuran 600 ml jenis sopi dan kemasan plastik sebanyak 285 liter jenis sopi, 36 botol Wiskey Robinson, 11 Wiro, 11 botol Vokda, 16 bir kaleng kecil.
"Pokoknya ada berbagai jenis minuman keras, baik lokal maupun yang berlebel yang tadi pagi dimusnahkan bersama Bupati Fredy Gebze dan Forkompimda," katanya.
Pada acara pemusnahan ribuan liter minuman keras itu nampak hadir Bupati Merauke Fredy Gebze, wakil Forkompimda dan legislator Merauke serta pemangku kepentingan lainnya.
(Ranto Rajagukguk)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.