Image

Qatar Masih Terisolasi, Presiden Turki Berencana Datangi Negara - Negara Teluk

Silviana Dharma, Jurnalis · Selasa, 18 Juli 2017 - 17:02 WIB
Presiden Turki dan Emir Qatar. (Foto: Yasin Bulbul/AP) Presiden Turki dan Emir Qatar. (Foto: Yasin Bulbul/AP)

ANKARA – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan merencanakan kunjungan resmi ke negara-negara Teluk Arab. Tur kenegaraannya dijadwalkan berlangsung selama dua hari, dimulai pada Minggu 23 Juli dan berakhir pada 24 Juli. Staf kepresidenan di Ankara menegaskan, kunjungan tersebut bertujuan meredakan ketegangan diplomatik antara Qatar dan saudara-saudaranya di Arab.

Untuk itu, ada tiga negara yang akan ia datangi, yakni Arab Saudi dan Qatar selaku pihak yang berseteru dan Kuwait yang ditunjuk sebagai penengah. Belum diketahui siapa saja yang akan ditemuinya dan bagaimana dia akan membawakan pesan damai tersebut. Demikian seperti dinukil dari The National, Selasa (18/7/2017).

Seperti diketahui, Turki sendiri cenderung berpihak kepada Qatar sejak Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir mengumumkan pemutusan hubungan dan boikot jalur darat, laut dan udara ke Doha. Negara-negara Arab tersebut yakin Qatar layak diberi pelajaran karena telah bersekutu dengan teroris dan mendanai kelompok ekstremis.

Setelah pemutusan hubungan, Arab Saudi cs melayangkan 13 tuntutan yang harus dipenuhi Qatar jika ingin berdamai lagi dengan mereka. Salah satu poin dari ultimatum itu memerintahkan agar Doha menutup pangkalan militer Turki di Qatar dan mengakhiri kerjasama militer gabungan dengan Ankara.

Qatar membantah negaranya mendukung teroris dan menolak tunduk pada semua permintaan Saudi tersebut. Ketegangan pun terus berlanjut.

(Sil)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming