Image

Basarnas Dirikan Monumen di Lokasi Jatuhnya Helikopter Dauphin

ant, Jurnalis · Selasa, 18 Juli 2017 - 17:34 WIB
Proses Evakuasi Helikopter Basarnas yang Jatuh di Temanggung (Foto: Antara) Proses Evakuasi Helikopter Basarnas yang Jatuh di Temanggung (Foto: Antara)

TEMANGGUNG - Badan SAR Nasional dan Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, berencana membangun monumen di lokasi jatuhnya helikopter Dauphin milik Basarnas, di Gunung Butak, Desa Canggal, Candiroto, Temanggung.

Kepala Basarnas Jateng Agus Haryono mengatakan pembuatan monumen atau prasasti itu untuk mengenang delapan pahlawan kemanusiaan yang gugur saat menjalankan tugas.

Mereka yang menjadi korban dalam kecelakaan helikopter pada Minggu 2 Juli, yakni Catur (Basarnas), Budi Resti (Basarnas) Kapten Laut Li Solihin (Co pilot), Serka Mpu Hari Marsono (kru), Maulana Affandi (Basarnas), Nyoto Purwanto (Basarnas), Peltu LPU Budi Santoso (kru), dan Kapten Laut Haryanto (pilot).

"Kami ada rencana untuk membangun semacam prasasti atau monumen di lokasi Bukit Butak, Desa Canggal untuk mengenang teman-teman kami yang kemarin gugur di sana. Kami bisa sinergikan dengan Pemkab Temanggung. Dalam waktu dekat jika proses perizinan selesai segera kami bangun," ujarnya, Selasa (18/7/2017).

Ia mengatakan, anggaran untuk pembangunan monumen berasal dari Basarnas, hal itu pun disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Temanggung. Pemkab bahkan telah menyiapkan berbagai desain monumen kemanusiaan itu.

"Hal ini masih kami rencanakan jadi besaran anggaran berapa belum tahu, tetapi secepatnya kalau seluruh proses perizinan selesai segera dibangun. Pemkab Temanggung membantu kami dalam proses perizinan, lahan itu milik Perhutani. Monumen ini hanya sederhana tidak yang harus makan biaya besar, semacam prasasti untuk mengenang yang penting maknanya," katanya.

Sementara, Bupati Temanggung Bambang Sukarno menuturkan meskipun telah menyiapkan beberapa desain belum bisa disampaikan kepada media. Hanya saja dia merasa pembuatan prasasti atau monumen itu sangat penting untuk mengenang dan menghormati orang-orang yang gugur dalam misi kemanusiaan.

Prasasti tersebut sekaligus untuk memelihara semangat Basarnas dan Tim SAR gabungan untuk terus mengabdi kepada misi kemanusiaan.

"Pembangunan monumen sebagai bentuk penghargaan, penghormatan kepada para pejuang kemanusiaan. Kalau lokasi sudah ditentukan, desain sudah disiapkan tetapi belum bisa kami beritahukan karena masih dipilih desainnya," katanya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming