KENDARI - Jarum jam menujukkan pukul 14.00 Wita siang itu di Kampung Bajo, Desa Sama Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Sinar mentari begitu terik dan sekelompok anak laki-laki juga perempuan, tampak bergegas ke perahu.
Anak-anak Kampung Bajo itu akan menuju sekolah laut, sekolah yang digagas Kepala Desa Sama Jaya, Rizal (32 tahun). Terik mentari dan gelombang tak mereka hiraukan. Terpenting, tiba sekolah laut tepat waktu.
Anak-anak harus berperahu sebab satu rumah dengan rumah lainnya di Kampung Bajo jaraknya berjauhan dan terpisahkan oleh lautan. Kampung Bajo didiami sekira 86 Kepala Keluarga.
Gedung sekolah laut sebenarnya rumah sang kepala desa. Ada sekira 30 anak-anak Kampung Bajo yang menjadi murid sekolah laut. Selain sekolah di sana, mereka juga bersekolah formal setiap harinya dari pagi hingga siang.
Murid sekolah laut tak menggunakan seragam, tapi mereka harus disiplin waktu dan patuh terhadap aturan. Sebelum masuk ruang belajar, puluhan murid mengikuti apel yang dipimpin murid laki-laki. Penggagas sekolah laut yang juga Kepala Desa Sama Jaya, Rizal, memberikan pengarahan di waktu tersebut.