Selamat! China Dinobatkan sebagai Negara Paling Optimis Sedunia

Silviana Dharma, Okezone · Selasa 08 Agustus 2017 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 08 18 1751654 selamat-china-dinobatkan-sebagai-negara-paling-optimis-sedunia-VGINm0CEOZ.jpg Ilustrasi. Mata uang China.

BEIJING – Survei terbaru dari Ipsos menunjukkan bahwa China layak dinobatkan sebagai negara paling optimis sedunia. Hal itu terlihat dari cara pandang warganya ketika ditanya perihal negaranya sudah berada di jalur yang benar atau belum.

Sekira 87% responden China percaya bahwa negara mereka sudah berada pada jalur yang benar. Jajak pendapat tersebut diikuti oleh lebih dari 500 penduduk Negeri Panda. Jadi, Ipsos menekankan bahwa hasil tersebut mungkin tidak benar-benar mewakili pendapat miliaran orang di China.

Apalagi mengingat negara yang dikuasai Partai Komunis itu memiliki akses internet global yang rendaj. Selain China, negara yang hasilnya meragukan karena faktor akses internet, ialah Brasil, India, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan dan Turki.

Survei ini melibatkan 26 negara, meliputi Argentina, Australia, Belgia, Brasil, Kanada, China, Prancis, Inggris, Jerman, Hungaria, India, Israel, Italia, Jepang, Meksiko, Peru, Polandia, Rusia, Arab Saudi, Serbia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Turki dan Amerika Serikat.

Negara paling optimis setelah China, ialah India (74%), Arab Saudi (71%), Korea Selatan (66%), Kanada (58%), Rusia (57%) dan Serbia (51%). Sebaliknya, negara yang paling pesimis, yakni Meksiko. Dengan perolehan, hanya 8% warganya yang percaya bahwa negaranya sudah dikelola dengan baik. Menang tipis di atas Meksiko, adalah Afrika Selatan (9%), Brasil (12%), Italia (14%) dan Hungaria (21%).

Penduduk yang memandang negaranya lebih baik saat ini dibandingkan setahun lalu, antara lain Kanada dan Rusia. Kanada mengalami kenaikan peringkat optimistik sebanyak 6 tangga, sedangkan Rusia empat tangga. Penurunan paling drastis terkait tingkat kepercayaan rakyat terhadap pemerintahnya, dialami Peru, yang turun 15 tangga.

Amerika Serikat yang baru saja mengalami pergantian kepemimpinan, tahun ini berada di peringkat ke-10 negara paling optimis sedunia. Sebanyak 43% saja warganya yang percaya kalau negaranya sudah berada di jalur yang benar. Torehan ini turun empat tangga dibandingkan jajak pendapat sebelumnya.

Kendati begitu, jika ditilik secara keseluruhan, mayoritas penduduk di dunia ternyata memandang negatif dunia ini. Sekira 60% orang di muka Bumi menyuarkan pesimisme terhadap dunia yang lebih baik, hanya 40% populasi dunia yang merasa positif dengan arah negara mereka.

Menyunting dari UPI, Selasa (8/8/2017), persoalan ekonomi secara umum menjadi kecemasan terbesar orang-orang di dunia. Mengekor di belakangnya, isu pengangguran, korupsi finansial /politik, kemiskinan dan kesenjangan sosial. Kejahatan dan perawatan kesehatan berada di urutan keempat dan kelima hal yang paling dikhawatirkan.

Namun begitu, kekhawatiran utama setiap negara bervariasi. Misalnya, 70% orang Hungaria mengatakan bahwa akses perawatan kesehatan adalah kecemasan utama mereka. Sementara 67% orang Meksiko menyebutkan tindak kejahatan dan kekerasan sebagai kekhawatiran utama mereka.

Hanya empat negara di seluruh dunia yang mengatakan bahwa perawatan kesehatan adalah perhatian terbesar mereka. Selain Hungaria, negara-negara tersebut adalah Polandia (52%), Amerika Serikat (39%) dan Kanada (36%). Di sisi lain, lebih dari 60% populasi di Spanyol, Korea Selatan dan Italia menilai, pengangguran sebagai kekhawatiran terbesar mereka. Lain lagi, China yang 47% respondennya mencemaskan penurunan moralitas di negaranya.

Penelitian ini mendapatkan perhatian 18.557 orang dewasa. Di Kanada, Israel, dan AS, usia dewasa berarti antara 18-64 tahun. Sementara di negara lain, kuesioner diisi oleh mereka yang berusia antara 16-64 tahun. Wawancara dilakukan pada 23 Juni hingga 7 Juli 2017.

Responden di Argentina, Belgia, Hungaria, India, Israel, Meksiko, Peru, Polandia, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Swedia dan Turki, masing-masing 1.000 orang lebih. Sementara sisanya hanya 500 responden per negara. Margin of error kurang lebih 3,1% jika melihat dari sisi 1.000 responden per negara, sedangkan dari perspektif 500 responden per negara, margin of errornya sekira 4,5%.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini