Perempuan berhati mulia itu lalu mengumpulkan semua uang yang ia miliki dari pekerjaannya sebagai penulis novel, puisi atau cerita pendek. Ia menggunakan uang tersebut untuk mengubah rumahnya menjadi tempat penampungan bagi anak-anak terlantar pada 1985.
Gadis pertama yang menjadi anak angkat Sarojini dan suaminya, VC Agarwal, adalah seorang anak tuna rungu dan bisu. Ibu anak tersebut diketahui meninggal saat melahirkan. Setelah itu, gadis-gadis kecil lainnya turut menjadi anak angkat pasangan suami-istri tersebut.
Sarojini dan suaminya di tengah anak-anak asuh mereka. (Foto: Manisha Mandir)
Beberapa anak ditemukan di jalan oleh Argawal dan sebagian lainnya diselamatkan dari rumah pelacuran. Hingga pada sutau hari, banyak orangtua tak bertanggung jawab yang dengan sengaja menaruh bayi di rumah pasangan tersebut.
"Kami bahkan mendapat bayi perempuan berumur dua hari. Ini membuat saya merasa bahwa Anda tidak perlu melahirkan anak untuk menjadi seorang ibu. Ketika saya membawa bayi-bayi itu ke dalam pelukan saya, semuanya terasa penuh. Awalnya, saya harus menghadapi beberapa masalah dalam membesarkan anak perempuan tapi saya tidak berkecil hati dan terus melakukan apa pun untuk membantu mereka," imbuh Sarojini.