Image

HISTORIPEDIA: Kapal Selam Nuklir Kebanggaan Rusia Tenggelam di Laut Barents Bersama Ratusan Awaknya

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Sabtu, 12 Agustus 2017 - 06:00 WIB
Kapal selam nuklir milik Rusia, The Kursk. (Foto: Pikabu.ru) Kapal selam nuklir milik Rusia, The Kursk. (Foto: Pikabu.ru)

PADA hari ini atau tepatnya pada 12 Agustus 2000, sebuah kapal selam nuklir milik Rusia tenggelam ke dasar Laut Barents. Kapal kebanggaan Negeri Beruang Merah tersebut tenggelam dengan turut membawa 118 awaknya. Hingga detik ini, penyebab pasti insiden tersebut masih belum diketahui.

Kapal selam, The Kursk diketahui meninggalkan pelabuhan pada 10 Agustus untuk ambil bagian dalam latihan perang bersama dengan pasukan militer Rusia yang lain. Kapal-kapal perang, pesawat terbang dan kapal selam sepakat bertemu di Laut Barents yang berada di sekitar wilayah Lingkaran Arktik.

Tepat pada 12 Agustus, Kursk dijadwalkan melakukan uji coba penembakan torpedo pada pukul 11.29 pagi, namun kapal itu tak kunjung tiba di tempat berkumpul. Tepat sebelum uji coba tersebut dilakukan, dua ledakan besar dilaporkan terjadi di bagian lambung kapal selam dan mengantarkan kapal itu perlahan-lahan tenggelam.

The Kursk merupakan kapal selam dengan berat 24 ribu ton dan panjang 153 meter. Kapal ini memiliki ukuran 3 kali lebih besar dari kapal selam milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). The Kursk memiliki dua reaktor nuklir dan mampu berlayar dengan kecepatan 28 knot. Kapal selam ini juga diketahui merupakan kapal selam penyerang terbesar kedua di dunia.

Saat insiden terjadi, dilaporkan terdapat 118 tentara yang berada di dalam Kursk. Beberapa negara kemudian menawarkan bantuan untuk menindaklanjuti kecelakaan tersebut. Namun, semua tawaran ditolak oleh Pemerintah Rusia. Otoritas Negeri Beruang Merah baru berhasil mengirimkan penyelam ke lokasi seminggu pasca-kecelakaan.

Para penyelam yang berhasil menemukan The Kursk sama sekali tak menemukan tanda-tanda kehidupan. Di bawah tekanan yang besar, Presiden Rusia Vladimir Putin setuju untuk mengangkat The Kursk dari dasar laut guna keperluan penyelidikan.

Upaya pengangkatan ini cukup terkendala karena Laut Barent diketahui membeku sepanjang tahun. Dengan menggelontorkan dana mencapai USD100 juta, teknologi terbaik dan tim profesional, Kursk kembali muncul ke permukaan pada 26 September 2001. Sayangnya, dalam proses pengangkatan petugas terpaksa memotong bagian lambung kapal guna mengurangi beban.

Padahal, lambung kapal tersebut diduga merupakan bagian kapal yang memiliki bukti terkuat tentang terjadinya ledakan yang menenggelamkan The Kursk ke dasar laut.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini

Live Streaming