PROKLAMASI kemerdekaan Republik Indonesia tidak dilalui dengan mudah. Segala peristiwa pergerakan dan perumusan pengumuman kemerdekaan terjadi melalui proses perdebatan panjang. Hal itu sebagaimana dialami Ir Soekarno dan Mohammad Hatta ketika merumuskan naskah proklamasi kemerdekaan bersama Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan sejumlah tokoh lainnya.
"Sekarang kita sudah memiliki rencana naskahnya, dan saya harap saudara-saudara sekalian dapat menyetujuinya sehingga kita dapat melangkah lebih lanjut dan menyelesaikan soal ini sebelum fajar menyingsing," ucap Bung Karno di kediaman Laksamana Maeda pada 17 Agustus 1945 subuh, sebagaimana dikutip dari buku 'Seputar Proklamasi Kemerdekaan' yang disunting oleh Hendri F Isnaeni, Senin (14/8/2017).
Kemudian Soekarno membacakan teks proklamasi yang sudah diketik oleh Sayuti Melik. Di dalam rumusan tersebut ada dua kalimat penting yang terungkap asal usul di baliknya. Pertama kalimat: "Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia."
Kalimat tersebut sebenarnya sengaja dinukil dari bagian akhir alinea ketiga Pembukaan Udang-Undang Dasar 1945. Bunyinya: "Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya."
Kalimat ini didapat setelah Soekarno menanyakannya ke Achmad Soebarjo. Soekarno bertanya, apakah dia ingat isi (rencana) Pembukaan UUD? Lalu ia mendiktekannya, dan Bung Karno menulisnya.