nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump: Rasisme Tidak Punya Tempat di Amerika Serikat

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 15 Agustus 2017 08:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 15 18 1756048 trump-rasisme-tidak-punya-tempat-di-amerika-serikat-pttHqQs0TX.jpg Presiden AS Donald Trump menyebut rasisme tidak memiliki tempat di Negeri Paman Sam (Foto: Jonathan Ernst/Reuters)

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait unjuk rasa bernada rasisme yang terjadi di Negara Bagian Virginia. Pria asal New York itu mengatakan rasisme, kebencian, dan fanatisme tidak memiliki tempat di tengah-tengah masyarakat AS.

“Rasisme itu jahat dan mereka yang memicu kekerasan atas nama ras adalah penjahat; termasuk KKK, neo-Nazi, pejuang supremasi kulit putih, dan kelompok pembenci lainnya yang menjijikkan; terhadap semua hal yang kita pegang sebagai warga Amerika,” tutur Presiden Donald Trump di Gedung Putih, seperti dimuat France24, Selasa (15/8/2017).

Pernyataan tersebut dibuat sang presiden untuk merespons aksi unjuk rasa yang berakhir kekerasan di Charlottesville pada Sabtu 12 Agustus 2017. Unjuk rasa tersebut menewaskan seorang perempuan. Sementara itu, seorang pria sengaja menabrakkan mobilnya ke kelompok lawan.

“Kepada siapa saja yang berlaku kriminal pada kekerasan rasisme pekan ini: Anda akan diusut secara hukum. Keadilan akan ditegakkan,” janji Presiden Donald Trump, mengutip dari USA Today.

Sebelum memberikan pernyataan resmi, mantan pengusaha properti itu menggelar rapat tertutup dengan Jaksa Agung Jeff Sessions dan Direktur FBI Chris Wray. Pertemuan dilakukan setelah Sessions menyebut aksi kekerasan tersebut memenuhi unsur hukum untuk diusut sebagai terorisme domestik.

Seorang pria bernama James Alex Fields Junior dijerat dengan pasal pembunuhan tingkat dua, tiga tuduhan melukai orang lain dengan sengaja, dan satu tuduhan tabrak lari. Pria berusia 20 tahun itu diketahui menabrakkan mobilnya ke kerumunan pengunjuk rasa di University of Virginia.

Aksi pria asal Ohio itu menyebabkan seorang perempuan bernama Heather Heyer meninggal dunia. Aksi tabrak lari tersebut juga melukai sedikitnya 19 orang. James Alex Fields Junior diduga sengaja menabrak pengunjuk rasa yang memprotes aksi rasisme yang dilakukan kelompok pendukung supremasi kulit putih.

“Anda harus yakin bahwa kami akan menuntut dan melakukan penyelidikan dengan tuduhan paling serius yang dapat diajukan karena ini benar-benar sebuah serangan jahat yang tidak dapat diterima,” ujar Jaksa Agung Jeff Sessions sebelum bertemu Presiden Donald Trump.

(war)

Berita Terkait

Amerika Serikat

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini