Djakarta, 17-8-05
Wakil2 bangsa Indonesia
Kemudian hasil tersebut dibawa Soekarno ke beranda depan untuk diperlihatkan, dibacakan, dan ditanda tangani semua orang yang hadir. Namun setelah itu, lagi-lagi terjadi ketegangan. Pihak golongan muda tidak setuju orang-orang golongan tua turut membubuhkan tanda tangan, karena dianggap sebagai "budak-budak Jepang" yang tidak turut dalam pergerakan nasional.
Perselisihan pun terjadi, hingga akhirnya reda juga, dan disepakati yang menandatangani hanya Soekarno-Hatta sebagai tokoh yang dianggap pemimpin utama bangsa Indonesia kala itu. Kemudian diperintahkanlah Sayuti Melik untuk mengetik naskah proklamasi berdasarkan konsep dan perubahan-perubahan yang telah disetujui.
Selanjutnya teks proklamasi diketik dengan tiga perubahan, yakni kata "tempoh" diganti menjadi "tempo", lalu bagian akhir "wakil-wakil bangsa Indonesia" diubah "atas nama bangsa Indonesia", serta "17-8-05" menjadi "hari 17 boelan 8 tahoen ‘05". Dilanjutkan ditandatangani Soekarno dan Hatta. Hasilnya menjadi:
PROKLAMASI