Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

OKEZONE FILES: Autentik dan Konsep, Menyingkap Misteri di Balik Naskah Proklamasi

Hantoro , Jurnalis-Selasa, 15 Agustus 2017 |20:01 WIB
OKEZONE FILES: Autentik dan Konsep, Menyingkap Misteri di Balik Naskah Proklamasi
Naskah proklamasi ketikan Sayuti Melik. (Foto: Ist)
A
A
A

Djakarta, 17-8-05

Wakil2 bangsa Indonesia

Kemudian hasil tersebut dibawa Soekarno ke beranda depan untuk diperlihatkan, dibacakan, dan ditanda tangani semua orang yang hadir. Namun setelah itu, lagi-lagi terjadi ketegangan. Pihak golongan muda tidak setuju orang-orang golongan tua turut membubuhkan tanda tangan, karena dianggap sebagai "budak-budak Jepang" yang tidak turut dalam pergerakan nasional.

Perselisihan pun terjadi, hingga akhirnya reda juga, dan disepakati yang menandatangani hanya Soekarno-Hatta sebagai tokoh yang dianggap pemimpin utama bangsa Indonesia kala itu. Kemudian diperintahkanlah Sayuti Melik untuk mengetik naskah proklamasi berdasarkan konsep dan perubahan-perubahan yang telah disetujui.

Selanjutnya teks proklamasi diketik dengan tiga perubahan, yakni kata "tempoh" diganti menjadi "tempo", lalu bagian akhir "wakil-wakil bangsa Indonesia" diubah "atas nama bangsa Indonesia", serta "17-8-05" menjadi "hari 17 boelan 8 tahoen ‘05". Dilanjutkan ditandatangani Soekarno dan Hatta. Hasilnya menjadi:

PROKLAMASI

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement