KUPANG - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta penyebar berita bohong (hoax) dan semacamnya agar diberi sanksi tegas.
"Itu orang tidak bermoral. Kalau dia punya agama tapi tak punya moral," kata Megawati saat menyampaikan pidato politik saat seremoni Pelantikan Banteng Muda Indonesia (BMI) Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kupang, Sabtu (26/8/2017).
(Baca juga: Catat! Ini Cara Efektif Minta Perusahaan Medsos Tanggung Jawab soal Hoax)
Presiden kelima RI itu menambahkan, orang yang menyebarkan berita bohong itu pengecut, seharusnya jika jantan tunjukan diri. Oleh karena itu, Megawati meminta menjadi kader muda Banteng Indonesia harus jantan, harus memiliki semangat.
Ia juga sangat menyayangkan ada seorang oknum menyebarkan berita bohong yang menyebut Wakil Presiden RI Jusuf Kalla sakit keras dan dilarikan ke Singapura.
"Bayangkan Pak JK dibilang sakit, gimana ya. Kok bisa ya," katanya.
(Baca juga: UU ITE Dinilai Belum Cukup, DPR Usulkan Buat PP Tindak Jaringan Penyebar Hoax)
Berita hoax, sambung dia, akan bisa meruncing suasana yang sudah damai, dan bangsa Indonesia hanya bisa direkatkan oleh Pancasila.
"Apakah kita mau perang antarsuku, agama atau antargongan atau kita memilih hidup damai nan harmonis," tuturnya.
Ia menegaskan, bangsa Indonesia adalah bangsa yang berbudaya, dan budaya itulah diajarkan untuk bersopan santun menghormati yang lebih tua, menghormati ketua, dan menghormati tetua.
"Ini penting menujukan bahwa kita bangsa beradab dan berbudaya serta beretika," pungkasnya. (wal)
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.