nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Innalillahi... Jadi Tersangka Pencabulan, Kepala Sekolah Tewas Gantung Diri

Amir Sarifudin , Jurnalis · Rabu 30 Agustus 2017 13:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 08 30 340 1766090 innalillahi-jadi-tersangka-pencabulan-kepala-sekolah-tewas-gantung-diri-zba4NObNM6.jpg foto: Illustrasi Okezone
 

BALIKPAPAN - Kabar mengejutkan datang dari dunia pendidikan di kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Seorang Kepala Sekolah berinisial MS (52) ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya di kawasan Gunung Sari Ilir.

MS merupakan tersangka kasus pencabulan terhadap murid berkebutuhan khusus.

"Korban ditemukan sudah tergantung dengan tali nilon di dalam kamar," kata Kasat Reskrim Polres Balikpapan, Iptu Nyoman Dharmayasa, Rabu (30/8/2017).

Dalam penyelidikan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Hanya luka bekas jeratan tali nilon di leher korban.

"Tim forensik sudah melakukan olah TKP, jasad juga sudah divisum dan disimpulkan korban tewas murni karena bunuh diri," terang Nyoman yang juga mengungkap temuan kertas berisi pesan dalam saku korban.

"Memang benar ada pesan bahwa dirinya mengaku tidak bersalah. Dan status tersangka itu memang belum tentu bersalah, hanya vonis pengadilan yang bisa memutuskan," jelasnya bahwa pihak kepolisian menjunjung azas praduga tak bersalah.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi prihatin dengan adanya peristiwa itu. "Dia (MS) sebelumnya menghadap Kepala Dinas Pendidikan. Di situ juga mengaku tidak bersalah dan Kadisdik memberikan semangat," ucap Rizal.

Bahkan, menurut Rizal, kondisi kejiwaan MS sudah cukup tenang usai menghadap Kadisdik.

"Memang awalnya terlihat stres berat. Kita juga enggak mengira dia senekat itu menghabisi nyawa sendiri," ujar Rizal yang meminta masyarakat tidak melabeli seseorang bersalah sebelum ada putusan inkracht di pengadilan.

"Janganlah masyarakat memberikan vonis sebelum ada proses akhir di pengadilan. Lagipula kasusnya kan masih dalam penyidikan polisi. Kita juga prihatin karena kasus ini mengejutkan dunia pendidikan," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini