Image

Mantan Presiden Pakistan Diputuskan Bersalah dalam Kasus Pembunuhan Benazir Bhutto

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 01 September 2017, 00:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 08 31 18 1767249 mantan-presiden-pakistan-diputuskan-bersalah-dalam-kasus-pembunuhan-benazir-bhutto-nxZQ4zVEFW.jpg Mantan PM Pakistan Benazir Bhutto (Foto: Aamir Qureshi/AFP)

RAWALPINDI – Nama mantan Presiden Pakistan, Pervez Musharraf, akhirnya ditetapkan sebagai buronan atas kasus pembunuhan terhadap mendiang Perdana Menteri Benazir Bhutto. Sementara itu, Pengadilan Anti-Terorisme Pakistan justru membebaskan lima tersangka dari kasus pembunuhan tersebut.

Sebagai buronan, mantan pemimpin militer itu secara hukum harus segera ditangkap dan diseret ke meja hijau jika kembali ke Pakistan. Pengadilan juga memerintahkan penyitaan properti pria berusia 74 tahun itu yang terdaftar di Pakistan.

Sebagai informasi, Benazir Bhutto tewas dibunuh dalam serangan bersenjata dan bom bunuh diri di Rawalpindi pada 2007. Serangan tersebut dilakukan hanya beberapa pekan setelah dirinya kembali dari pengasingan untuk berkampanye memperjuangkan supremasi warga sipil.

Diwartakan Reuters, Jumat (1/9/2017), lima orang yang dituduh sebagai anggota Taliban di Pakistan itu dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan. Putusan tersebut diambil pengadilan di Rawalpindi berdasarkan pertimbangan kurangnya alat bukti yang dapat memberatkan kelima tersangka.

(Pervez Musharraf. Foto: Ian Nicholson/Press Association)

Pervez Musharraf didakwa bersalah pada 2013 sebagai salah satu dalang pembunuhan Benazir Bhutto. Ia diketahui naik jabatan sebagai presiden pada 1999 lewat upaya kudeta namun pada akhirnya mengundurkan diri sembilan tahun kemudian setelah mengizinkan diselenggarakan pemilihan umum.

Ia saat ini berada dalam pengasingan setelah dipersilakan keluar dari negara pada Maret 2016 atas alasan kesehatan sambil menunggu putusan persidangan sekaligus dakwaan lain yang mungkin akan dikenakan.

Selain Musharraf, pengadilan juga memutuskan dua orang petugas polisi bersalah atas pembunuhan tersebut. Satu orang dianggap lalai dalam mengamankan jalannya kampanye Benazir Bhutto dan satu lagi dianggap menangani tempat kejadian perkara (TKP) pembunuhan dengan buruk. Kedua polisi tersebut dijatuhi hukuman masing-masing 17 tahun penjara.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini