Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kecam Krisis Kemanusiaan di Rohingya, PBNU: Itu Tindakan yang Biadab!

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Selasa, 05 September 2017 |14:07 WIB
Kecam Krisis Kemanusiaan di Rohingya, PBNU: Itu Tindakan yang Biadab!
Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil (foto: Okezone)
A
A
A

 

JAKARTA - ‎Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam keras peristiwa krisis kemanusiaan yang dialami oleh etnis Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menegaskan, perlakukan tentara Myanmar terhadap etnis Rohingya yang mayoritas pemeluk agama Islam sangat tidak manusiawi. Apalagi, orang-orang Rohingya tidak mampu melakukan perlawanan terhadap dugaan genosida yang tengah dialaminya.

 (Baca juga: Soal Aksi Bela Rohingya, Wiranto: Demo Kan Hak Asasi, Silakan Saja Tapi...)

Kendati demikian, Said Aqil enggan berkomentar tentang wacana pengusiran Dubes Myanmar di Indonesia. Menurut dia, aksi protes dengan mengusir Dubes Myanmar merupakan permasalahan politik.

"‎Itu politik silakan saja. Tapi kita mengecam tindakan yang sangat tidak manusiawi sangat dan biabad‎ itu," kata Said Aqil di Kompleks Istana Kepresidenan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (5/9/2017).

 (Baca juga: Kapolri: Isu Rohingya Lebih Banyak Dikaitkan dengan Masalah Dalam Negeri)

Said Aqil mengapresiasi langkah pemerintah yang telah mengirim Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi untuk menyampaikan empat poin keinginan Indonesia kepada pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi agar memberikan perlindungan seluruh warga di Tanah Burma termaksud Muslim Rohingya.

"‎Sudah ke sana Bu Retno. Sangat cepat, sangat tanggap Bu Retno itu. Ada 4 poin yang dibawa Bu Retno dan sebelum berangkat ketemu saya," tutur Said Aqil.

(Baca juga: Solidaritas untuk Rohingya, Umat Islam di Indonesia Diminta Baca Qunut Nazilah)

Lebih jauh, Said Aqil tidak mempersoalkan adanya rencana yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) yang ingin mengirimkan para mujahid untuk membantu etnis Rohingya di Tanah Burma. "Silakan saja," singkatnya.

‎Adapun formulasi empat poin yang dibawa Menlu Retno Marsudi ke Myanmar adalah pertama, mengembalikan stabilitas dan keamanan. Kedua, menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan. Ketiga, memberikan perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhine State tanpa memandang suku dan agama. Keempat, pentingnya segera membuka akses untuk bantuan kemanusiaan di negara bagian Rakhine tersebut.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement