Dubes Myanmar juga mengaku senang atas kehadirannya untuk membantu penyelesaian konflik di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. "Tadi Dubes juga mengatakan bahwa alasananya menerima kami karena dia mengetahui niat tulus kami membantu mencari solusi kejadian di Myanmar," ujarnya.
Sebelumnya, kekerasan terhadap suku minoritas Rohingya kembali menguak setelah terjadinya serangan militer terhadap komunitas suku minoritas Rohingya beberapa pekan lalu yang dikabarkan menewaskan 400 orang.
Walaupun laporan lain mengklaim bahwa serangan tersebut merupakan upaya balasan dari serangan yang dilakukan sebuah kelompok Islam garis keras terhadap pos kemanan setempat dan menewaskan belasan aparat. Namun akibat kerusuhan tersebut, puluhan ribu muslim Rohingya menjadi korban.
(Ranto Rajagukguk)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.