nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tegas! Duterte Tolak Mentah-Mentah Tawaran Negosiasi Militan di Marawi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 10 September 2017 08:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 09 10 18 1772886 tegas-duterte-tolak-mentah-mentah-tawaran-negosiasi-militan-di-marawi-4jAkcPf8od.jpg Presiden Filipina Rodrigo Duterte. (Foto: Reuters)

MANILA – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengesampingkan kemungkinan untuk bernegosiasi dengan kelompok militan di Marawi. Duterte mengatakan dia tidak akan mengizinkan anggota kelompok militan untuk melarikan diri dari kota di selatan Filipina itu sebagai ganti pembebasan puluhan sandera.

Kelompok militan Maute merebut dan menguasai sebagian besar wilayah Marawi pada Mei lalu. Mereka kemudian bertahan dari serangan pasukan Pemerintah Filipina yang berusaha membebaskan kota selama lebih dari 100 hari.

BACA JUGA: Tegas! Duterte Tolak Mentah-Mentah Tawaran Negosiasi Militan di Marawi

“Tidak mungkin.” Kata Duterte kepada reporter saat ditanya mengenai isu yang menyebutkan pemimpin pemberontak, Omarkhayam Maute telah menawarkan untuk membebaskan para sandera sebagai ganti jalan keluar yang aman dari Marawi bagi para militan.

Militer Filipina telah melakukan serangan terakhir untuk merebut kembali Marawi, menghadapi perlawanan sengit, ranjau dan jebakan yang dipasang para militan. Laporan terakhir menyebutkan, sekira 655 orang militan, 45 warga sipil dan 145 tentara dan polisi Filipina telah tewas di Marawi.

Meski telah membebaskan 1.728 warga sipil dari Marawi, militer Filipina memperkirakan masih ada 20 sampai 30 sandera yang masih ditahan militan Maute. Juru Bicara militer Filipina, Edgard Arevalo mengatakan, pembebasan sandera adalah prioritas dari misi militer di Marawi.

"Kami masih sangat memperhatikan kehadiran warga sipil yang dijadikan perisai manusia atau diperintahkan untuk menggunakan senjata api dan amunisi, kemudian diubah menjadi pejuang dan menembak pasukan kami," ujarnya sebagaimana dikutip Reuters, Minggu (10/9/2017).

BACA JUGA: Waduh! Tentara Filipina Sebut Perempuan dan Anak-Anak Terlibat Pertempuran di Marawi

Militer Filipina juga mendapatkan bantuan dari militer Amerika Serikat (AS) dalam usahanya untuk merebut kembali Marawi. Menteri Pertahanan Australia, Marise Payne juga menawarkan detasemen kecil untuk memberikan latihan kepada pasukan Filipina saat mengunjungi Manila pekan ini.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini