Image

Buru Kelompok Santoso, Polda Kepri Kirim 100 Personel Brimob

Ilham Mohammad, Jurnalis · Kamis 14 September 2017, 19:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 09 14 340 1776092 buru-kelompok-santoso-polda-kepri-kirim-100-personel-brimob-TigSle4BkS.jpeg Kapolda Riau saat melepas 100 Brimob di Polda Riau (foto: Ilham/Sindo)

NONGSA - Kapolda Kepulauan Riua, Irjen Sam Budigusdian melepas satu kompi personel Satuan Brimob Polda Kepri untuk ditugaskan dalam Operasi Tinombala 2017 di Poso, Sulawesi Tengah, sekira pukul 16.00 WIB di halaman Mapolda Kepri.

"Hari ini kita cek kesiapan personel, baik materiil maupun kesiapan kemampuan dalam rangka pelaksanaan tugas nantinya," kata Sam usai melepas Satgas Operasi Tinombala 2017, Kamis (14/9/2017).

Sam mengatakan, satuan tugas kompi Satuan Brimob Polda Kepri tersebut, berjumlah 100 orang personel dan akan ditugaskan sebagai BKO (bawah kendali operasi) Ops Tinombala 2017 demi mencari dan menangkap sisa-sisa anggota kelompok separatis Santoso.

"100 orang kita ini dipercaya oleh Mabes Polri sebagai pasukan penyekat. Mereka akan bertugas selama tiga bulan di Poso," kata jenderal bintang dua itu.

Sebelum ditugaskan ke Poso, 100 personel tersebut akan terlebih dahulu melaksanakan latihan pra-operasi terpusat di Mako Korps Brimob di Kelapa Dua, Depok, selama dua minggu. Setelah pembekalan latihan tersebut, pasukan langsung diberangkatkan ke daerah operasi.

"Ini sudah kali keempat personel Brimob kita dikirim sebagai BKO" ujarnya.

Dia mengatakan, sepanjang 2017 ini personel Brimob Polda Kepri telah dikirim ke beberapa lokasi seperti penugasan pengamanan pemilu di Aceh, unjuk rasa di Jakarta, pengamanan di lokasi tambang emas Papua dan terakhir sebagai pasukan penyekat pada operasi Tinombala.

"Saya kira ini merupakan suatu kehormatan bagi Brimob Polda Kepri untuk menjalankan baktinya kepada negara," kata dia.

Dia mengatakan, dengan masih adanya kelompok separatis di Poso pasca tewasnya Santoso, hal ini menggambarkan situasi keamanan dalam Negeri belum kondusif, sehingga Polri harus menempuh langkah represif kepada kelompok separatis tersebut dengan menggelar Operasi Kepolisian dengan Sandi Operasi Tinombala yang tentunya bertujuan untuk menumpas kelompok separatis tersebut.

"Meski kondisi Poso saat ini kondusif, tapi operasi tetap dilanjutkan. Tambahan pasukan demi mendukung operasi di sana," ujarnya.

Seperti diketahui, Operasi Tinombala 2017 melibatkan ribuan personel gabungan TNI-Polri. Keberadaan ribuan aparat dan militer tersebut, selain memburu sisa-sisa anggota separatis Santoso yang diperkirakan masih bersembunyi. Selain itu, fokus untuk memberikan rasa aman kepada warga masyarakat di Sulawesi Tengah pada umumnya dan kabupaten Poso pada khususnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini