Mabes Polri Tegaskan Warga Parigi Sulteng Tewas Ditembak DPO Kelompok Santoso

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 04 Agustus 2017 17:43 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 04 340 1749978 mabes-polri-tegaskan-warga-parigi-sulteng-tewas-ditembak-dpo-kelompok-santoso-p8BZjYVOub.jpg

JAKARTA - Warga Desa Lobu Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Simson alias Suju (37) ditembak oleh tujuh orang tak dikenal (OTK). Dari ketujuh para pelaku itu, diketahui dua orang merupakan sisa kelompok teroris Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah yang saat ini masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengungkapkan informasi itu diperkuat dari keterangan saksi yang melihat kejadian itu. Saksi itu, sambung Martinus bahwa ada dua orang yang mirip dengan foto DPO yang dimiliki aparat kepolisian.

"Jadi gini di sana itu kan ada saksi yang kemudian melihat dan kemudian dipeiksa saksinya itu. Pemeriksaan ini kemudian ditujukkan daftar DPO kan ada dari 49 sisa 7 ditunjukkan foto DPO ditunjukklah salah satu dengan ada dua orang dan hampir sama," ujar Martinus kepada awak media dikantornya, Jakarta Selatan, Jumat (4/8/2017).

Tak hanya foto DPO, polisi juga memperlihatkan sejumlah contoh senjata kepada saksi tersebut. Kemudian, menurut keterangan saksi senjata itu juga merupakan yang dipakai oleh para pelaku tersebut.

(Baca Juga: Astaga! Warga Parigi Tewas Ditembak, Pelaku Diduga Sisa Kelompok Santoso)

"Dengan dua indikator itu disimpulkan bahwa pelaku adalah DPO. Untuk hal tersebut kemudian kami masih punya tim kemudian pengejaran posisinya itu disekitar tempat mereka berpindah-pindah," papar Martinus.

Dengan adanya peristiwa tersebut, polisi memperketat keamanan dan meningkatkan pengawasan. Bahkan, kata Martinus polisi juga telah membuat tim gabungan untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakkan tersebut.

"Dengan peristiwa itu kemudian kami lakukan tim gabungan antara Polres dan Polda kemudian lakukan pengejaran. Karena ini mereka keluar dari permukimannya kemudian dekat," tutup Martinus.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini