nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Duh! Terkait Rohingya, Bangladesh Tuduh Myanmar Langgar Wilayah Udaranya

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 17 September 2017 05:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 09 17 18 1777499 duh-terkait-rohingya-bangladesh-tuduh-myanmar-langgar-wilayah-udaranya-fVKmPDZv1t.jpg Pengungsi Rohingya menyusuri sawah untuk menyeberang ke Bangladesh (Foto: Mohammad Ponir Hussain/Reuters)

DHAKA – Bangladesh mengajukan protes resmi kepada Myanmar. Sebab, Dhaka menuduh Naypyidaw melanggar wilayah kedaulatan udara mereka terkait keberadaan pengungsi etnis Rohingya. Alhasil, perwakilan Myanmar yang berada di Dhaka dipanggil untuk menghadap Otoritas Bangladesh.

BACA JUGA: Kronologi Kekerasan di Rakhine Pemicu Eksodus Muslim Rohingya

Juru bicara Kepresidenan Myanmar pada Sabtu 16 September mengatakan, tidak ada bukti penerobosan wilayah seperti yang dituduhkan. Ia menambahkan, Bangladesh seharusnya berupaya untuk membahas pelanggaran tersebut alih-alih merilis pernyataan publik.

Kementerian Luar Negeri Bangladesh pada Jumat 15 September merilis pernyataan bahwa drone dan helikopter militer Myanmar terbang melintasi wilayah udaranya setidaknya tiga kali sepanjang pekan lalu. Pelanggaran terjadi pada Minggu 10 September, Selasa 12 September, dan Kamis 14 September.

Bangladesh lantas mengajukan nota protes diplomatik terhadap perwakilan Myanmar pada Jumat sore waktu setempat. Otoritas mengingatkan bahwa aksi-aksi provokatif semacam itu pasti akan mendapatkan konsekuensi yang setimpal.

BACA JUGA: Terungkap! Militer Myanmar Dibantu Warga Bakar Rumah Muslim Rohingya

“Militer tidak melintasi wilayah udara Bangladesh. Meski demikian, kami akan tetap menyelidikinya. Kami tidak tahu apakah pernyataan tersebut dirilis karena alasan politis,” tutur juru bicara Kepresidenan Myanmar, Zaw Htay, di Yangon, seperti dimuat CBS, Minggu (17/9/2017).

Ia menambahkan, Myanmar memang mengirimkan bantuan darurat bagi mereka yang terusir dari tempat tinggalnya hingga area yang begitu dekat dengan perbatasan. Karena itu, Htay meminta agar Bangladesh memahami hal tersebut, alih-alih mengajukan protes.

BACA JUGA: Suu Kyi akan Sampaikan Pidato Nasional Terkait Rohingya Pekan Depan

Sebagaimana diketahui, ratusan ribu etnis Rohingya menyeberang menuju Bangladesh untuk menyelamatkan diri dari kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar, sejak 25 Agustus. Sebagian besar pengungsi itu ditampung Bangladesh di kamp-kamp sementara di Cox’s Bazaar.

Otoritas Bangladesh berencena membangun 14 ribu shelter di area seluas 2.000 hektar di Kutupalong, Cox’s Bazaar selama 10 hari ke depan. Mereka juga berencana membangun 8.500 toilet sementara dengan 14 gudang buatan demi menyediakan bantuan bagi para pengungsi Rohingya.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini