JAKARTA - Mabes Polri merilis jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang bergabung dan berjuang dalam kelompok teroris di luar negeri atau foreign terorism fighter (FTF) di Irak dan Suriah.
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto merincikan bahwa ratusan WNI itu berasal dari berbagai usia, mulai dari anak-anak sampai dewasa.
"Anak-anak 99 orang, dewasa 34 orang, ada yang tewas 97 orang. Kemudian, ada dua orang anak-anak dan 130 orang dewasa yang belum teridentifikasi. Jadi total 671," ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/9/2017).
(Baca juga: Polri Temukan 17 Kasus Terorisme Gunakan Aplikasi Telegram)
Tak hanya itu, terdapat pula 15 warga negara asing (WNA) yang telah masuk ke Indonesia. Selain itu, kata Setyo, Densus 88 mendata terdapat sebanyak 105 orang WNI yang memiliki rencana untuk berangkat ke Irak dan Suriah.
Setyo memberitahukan bahwa 345 WNI jihad telah dideportasi oleh pemerintah berbagai negara lantaran hendak berangkat ke Irak dan Suriah. Sambung Setyo, sebanyak 66 WNI yang berencana berangkat ke Irak dan Suriah berhasil digagalkan.
(Baca: Ngeri! Seorang Perempuan Ditangkap di Jatim, Ternyata Bekerja untuk Awasi Sejumlah Kantor Polisi)
Sementara itu, Setyo menyebut ada sebanyak 84 WNI yang telah kembali dari Irak dan Suriah. Densus 88 juga mencatat terdapat tiga orang WNA yang telah berangkat ke Irak dan Suriah.
"Total keseluruhan 1.478 orang," tutup Setyo.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.