Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini Penjelasan Unla Bandung Soal Dilarangnya Nurul Arifin Jadi Pembicara

Oris Riswan , Jurnalis-Rabu, 20 September 2017 |16:41 WIB
 Ini Penjelasan Unla Bandung Soal Dilarangnya Nurul Arifin Jadi Pembicara
Kampus Unla di Bandung (foto: Oris Riswan/Okezone)
A
A
A

BANDUNG - Nurul Arifin ditolak menjadi pembicara di Universitas Langlangbuana (Unla) Bandung. Sesuai undangan dari pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unla, mantan anggota DPR itu harusnya menjadi pembicara dalam kegiatan masa pengenalan lingkungan (Mepeling) Fakultas Ekonomi untuk mahasiswa baru di kampus tersebut.

Nurul yang sudah datang ke lokasi dan siap jadi pembicara kemudian kecewa. Itu karena penolakan tersebut dadakan. Ada kekhawatiran pihak kampus, kalau politikis Partai Golkar tersebut menjadikan ajang Mapeling untuk kampanye mengingat dirinya adalah kandidat calon wali Kota Bandung.

Okezone mencoba mencari pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unla untuk meminta penjelasan soal penolakan tersebut. Sebab undangan kepada Nurul datang dari pihak BEM. Tapi, pihak BEM tidak ada yang bersedia memberi konfirmasi.

Penjelasan hanya diberikan staf Humas Unla Teguh Rizki. Menurutnya, ada miskomunikasi yang terjadi. Pihak rektorat tidak tahu jika BEM mengundang Nurul Arifin. Pihak BEM juga mendadak memberitahukan acara tersebut.

"Memang ada kesalahan dari pihak mahasiswa (BEM) sama universitas. Sebenarnya kalau ada pemberitahuan, bisa saja (Nurul jadi pembicara). Jadi tadi pihak rektorat pun kaget (Nurul tiba-tiba sudah ada di lokasi)," kata Teguh di lokasi, Rabu (20/9/2017).

Dia membenarkan jika pihak rektorat memiliki kekhawatiran Nurul memanfaatkan momen tersebut sebagai ajang kampanye. Sebab, Nurul saat ini merupakan kandidat calon wali Kota Bandung dari Partai Golkar.

"BEM enggak konfirmasi dulu sama rektorat, jadi enggak diizinkan, takutnya ada unsur politik," ungkapnya.

"Meski mbak Nurul bilang bukan kampanye, mungkin sedikit-banyak pasti ada aja," ucap Teguh.

Disinggung soal tanggapan kekesalan Nurul dan rencana meminta maaf, ia belum memastikannya. "Nanti kami koordinasikan dengan wakil rektor bagaimana ke depannya," tuturnya.

Teguh mengatakan, bagi Unla sebenarnya sebuah keuntungan bisa didatangi oleh tokoh nasional seperti Nurul Arifin. Tapi, saat ini momentumnya tidak pas.

(Risna Nur Rahayu)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement