Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dedi Mulyadi: Tradisi Ngaruwat Bumi Bisa Jadi Ikon Pariwisata di Jawa Barat

Mulyana , Jurnalis-Rabu, 20 September 2017 |18:26 WIB
Dedi Mulyadi: Tradisi Ngaruwat Bumi Bisa Jadi Ikon Pariwisata di Jawa Barat
Dedi Mulyadi menghadiri perayaan tradisi ngaruwat bumi di Subang (Mulyana/Okezone)
A
A
A

SUBANG - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, Ngaruwat Bumi merupakan tradisi sebagian masyarakat di Jawa Barat yang bisa menjadi salah ikon pariwisata untuk memikat wisatawan, apabila dikelola dengan baik.

"Tradisi masyarakat desa ini bisa menjadi potensi wisata yang sangat bagus jika dikelola dengan baik," ujar Dedi di sela-sela menghadiri undangan masyarakat Kampung Adat Banceuy, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat, Rabu (20/9/2017).

Ngaruwat Bumi merupakan tradisi warga Sunda yang biasa digelar sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian melimpah. Biasanya, waktu pelaksanaannya pun bersamaan dengan pergantian Tahun Baru Islam.

Sebagaimana diketahui, dalam penanggalan kalender Hijriah, besok merupakan awal Tahun Baru Hijriyah 1439.

"Ini merupakan warisan leluhur kita. Makanya perlu dilestarikan dengan baik. Karena dari sini lah tempat tumbuhnya akar kebudayaan, secara religi juga ini merupakan bentuk rasa syukur kepada sang pencipta atas hasil panen warga masyarakat," katanya.

Tradisi Ngeruwat Bumi (Mulyana/Okezone)

Berdasarkan pantauan, warga Kampung Banceuy tampak memenuhi jalanan desa setempat dan mengabadikan momen iring-iringan dongdang atau alat yang biasa digunakan untuk mengangkut hasil panen berupa padi, buah-buahan, sampai sayuran.

Dongdang sendiri terbuat dari kayu atau bambu dan dibentuk serupa rumah khas Sunda dengan arsitektur julang ngapak tetapi dalam ukuran mini.

Berbagai tarian mulai dari jaipong sampai sisingaan khas Kabupaten Subang turut menjadi pemanis kegiatan yang digelar secara swadaya oleh masyarakat setempat ini.

Kepala Desa Sanca, Masna mengungkapkan kegiatan ini merupakan rutinitas tahunan warga di wilayahnya jelang pergantian Tahun Baru Islam. Selain ungkapan rasa syukur atas rezeki melimpah, Ngaruwat Bumi merupakan momentum bagi warga untuk saling berbagi hasil bumi.

"Ini kegiatan rutin disini, syukuran atas hasil panen, nanti (hasil panennya) dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Ia pun menyambut baik gagasan Dedi Mulyadi terkait kegiatan yang berbasis tradisi harus menjadi ikon pariwisata daerah. Terlebih, Dedi merupakan tokoh Sunda asal Subang Jawa Barat yang dinilai sukses membangun di Purwakarta, kabupaten yang dia pimpin.

"Seungit (wangi) Kang Dedi disini mah, beliau mah kan punya ikatan emosional dengan warga Subang," pungkasnya.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement