JAKARTA - Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, DPP Golkar akan membahas permasalahan permintaan mahar politik Rp10 Miliar untuk dapat direkomendasikan maju Pilkada Jawa Barat usai melewati masa-masa berat yang dialami akhir-akhir ini.
"Tanggapan DPP nanti dibahas setelah kita melewati masa-masa berat seperti hari ini," kata Dedi usai bertemu dengan Ketua Dewan Pembinan Golkar, Aburizal Bakrie, di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (29/9/2017).
Adapun, Partai Golkar tengah menghadapi berbagai permasalahan berat yang salah satunya yakni, ditetapkannya Ketua Umum partai berlambang pohon beringin tersebut, Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.
Menurut Dedi, pelaporan terkait adanya permintaan mahar politik tersebut dilaporkan sejak lama. Namun demikian, dia enggan menyebut siapa orang yang telah memintanya memberikan mahar politik Rp10 Miliar untuk direkomendasikan partainya di Pilkada Jawa Barat.
(Baca: Soal Mahar Rp10 Miliar, Dedi Mulyadi Sudah Lama Lapor ke DPP Golkar)
"Sudah saya laporkan sejak lama sebelum meminta laporan sejak dulu, sudah kita sampaikan, bahwa ini ada orang kok telpon-telpon urusan rekomendasi, gimana sih," ujarnya.
Meski enggan menyebut siapa orang yang memintanya untuk menyiapkan mahar politik Rp10 miliar tersebut, Namun Dedi menyatakan mengetahui siapa orang tersebut.
"Dia mengaku dekat dengan DPP itu aja. Saya kenal kok orangnya, dari telpon tapi pernah juga ketemu beberapa kali," pungkasnya.
(Ulung Tranggana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.