Dipimpin Sersan Mayor Boengkoes, pasukan Cakrabirawa menjalankan misi penjemputan terhadap M.T. Haryono. Tak ada halauan berarti, pasukan Cakrabirawa hanya mendapati sosok Mariatni, istri dari M.T. Haryono yang membukakan pintu ketika itu.
"Bung Karno memanggil bapak. Ada rapat penting yang harus dihadiri bapak sekarang juga," ujar Boengkoes kala itu.
Menjawab pernyataan itu, Mariatni bergegas memanggil sang suami. Ketika itu, M.T. Haryono tahu betul, sesuatu yang buruk akan terjadi kepadanya. Ia lantas meminta istri dan anak-anaknya untuk segera mencari tempat untuk mengamankan diri.
"Kamu harus segera pindah kamar dan bangunkan anak-anak, karena mereka akan membunuh saya. Pindahlah ke kamar depan beserta anak-anak," ucap M.T. Haryono. Rupanya, perintah itu menjadi perintah terakhir dari M.T. Haryono kepada Mariatni. Sebab, beberapa menit kemudian ia harus meregang nyawa akibat berondongan senapan Thompson milik Sersan Mayor Boengkoes.
Firasat Keluarga akan Kematian M.T. Haryono
Satu hari sebelum peristiwa pembunuhan itu, seorang tentara menanyakan letak rumah M.T. Haryono kepada anak-anak sang jenderal yang spontan langsung menunjuk rumah mereka sendiri.