SEMARANG - Anak-anak di Semarang, Jawa Tengah turut memasang bendera merah putih setengah tiang, untuk memeringati tragedi Gerakan 30 September oleh Partai Komunis Indonesia (G30s/PKI). Mereka berharap, pemberontakan itu tak terulang lagi terlebih setelah menyaksikan film terdapat anak kecil yang turut menjadi korban.
Sabtu pagi tepat pada 30 September 2017, seorang anak bernama Wisanggeni langsung mengambil bendera merah putih di lemari untuk dipasang. Pelajar kelas 1 SMP ini pun menyiapkan tiang bendera dari bambu untuk dipasang di halaman rumahnya di Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
Bukan pada puncaknya, melainkan sang saka merah putih diikat di tengah-tengah tiang. Pengibaran bendera setengah tiang itu sebagai bentuk peringatan dan keprihatinan, terhadap 10 Pahlawan Revolusi yang menjadi korban kekejaman PKI.
“Sebelumnya sudah nonton film pemberontakan G30S/PKI bersama temen-temen sekolah. Ngeri juga, orang-orang ditembaki seperti itu. Katanya malah aslinya lebih kejam daripada yang di film,” ujar Wisanggeni sembari mengikat tali bendera ke tiang bambu, Sabtu (30/9/2017).