Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

HISTORIPEDIA: Ditembaki saat Menyaksikan Parade Militer, Presiden Ketiga Mesir Tewas di Tangan Pemberontak

Djanti Virantika , Jurnalis-Jum'at, 06 Oktober 2017 |06:05 WIB
HISTORIPEDIA: Ditembaki saat Menyaksikan Parade Militer, Presiden Ketiga Mesir Tewas di Tangan Pemberontak
Anwar Sadat. (Foto: Getty Images)
A
A
A

PERISTIWA besar dalam sejarah kepemimpinan Mesir pernah terjadi pada 6 Oktober 1981. Pemimpin Negeri Piramida saat itu, Anwar Sadat, harus meregang nyawa ketika tengah menjalankan tugasnya.

Anwar Sadat mulai menjadi presiden di Mesir pada 15 Oktober 1970. Di hari kematiannya, Sadat tengah menyaksikan langsung parade militer yang digelar untuk memperingati Perang Yom Kippur pada 1973.

Saat tengah asyik menonton, ekstremis Islam melancarkan serangan. Penyerangan itu dipimpin oleh Khaled el Islambouli, seorang letnan di tentara Mesir. Khaled diketahui memiliki hubungan erat dengan kelompok teroris Takfir Wal-Hajira.

Mereka telah merencanakan penyerangan dengan baik. Di perayaan tersebut, para teroris mengenakan seragam tentara dan berbaur dengan anggota militer lainnya di dalam parade.

Menggunakan mobil, mereka menyusuri tempat perayaan tersebut. Namun, kendaraan yang mereka gunakan berhenti tepat ketika seluruh orang yang hadir tengah mendongak melihat penampilan pesawat tempur di udara. Ketika itu, kendaraan tepat berada di dekat Sadat.

Penyerangan Anwar Sadat saat Parade Militer memperingati Perang Yom Kippur di Kairo, Mesir, pada 1981. (Foto: AFP)

Empat pria bersenjata langsung lompat dan mulai menembak. Mereka mendekati sasaran, yakni Sadat. Terjangan peluru pun mendarat di tubuh Sadat. Para teroris lainnya melepaskan tembakan dan melemparkan granat ke kerumunan Pemerintah Mesir.

Dari tembakan yang dilepaskan itu, tubuh Sadat terberondong peluru. Ia tertembak empat kali. Serangan yang begitu cepat itu membuat Sadat terluka parah. Ia segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Namun, nyawanya tetap tak tertolong. Ia meninggal dunia dua jam kemudian.

Penyerangan ini tak hanya menewaskan Sadat. Sepuluh orang lainnya juga tewas akibat lemparan granat dan terjangan peluru. Sementara 20 orang lainnya termasuk empat diplomat Amerika Serikat terluka dalam penyerangan ini. Beruntung, Wakil Presiden Hosni Mubarak yang duduk di dekat Sadat berhasil selamat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement