JAKARTA - Presiden merupakan posisi penting dalam sebuah pemerintahan. Kehadirannya sebagai orang nomer satu di sebuah negara, tak lantas membuatnya terkesan tahan 'segala cuaca'. Sebagaimana masyarakat biasa presiden pun bisa menangis.
Berikut tangis haru presiden Indonesia mulai dari Soekarno hingga Joko Widodo yang dilansir dari berbagai sumber:
1. Soekarno
Sebagai orang paling berpengaruh untuk Indonesia, menunjukkan tangis akan sangat menurunkan wibawanya. Namun sejatinya Soekarno tetaplah seorang manusia biasa. Dihadapkan dengan berbagai konflik batin yang pahit seperti itu, ia pun menangis sejadi-jadinya.
Ia pernah beberapa kali terlihat menangis, salah satunya saat menghadiri pemakaman pahlawan revolusi Jendral Ahmad Yani salah satu pahlawan yang gugur dalam peristiwa G302/PKI. Sebenarnya ada hal perlu diketahui dari hubungan Soekarno dan A. Yani, sehingga kita bisa mengerti kenapa sang presiden begitu kehilangan sejak kematian sang Jendral.
Percaya atau tidak, A Yani sedianya akan jadi presiden kedua kita. Secara tersirat Bung Karno menegaskan hal tersebut dalam sebuah pernyataan. “Yani, kalau kesehatan saya belum membaik kamu yang jadi presiden," tegas Bung Karno.
2. Soeharto
Presiden kedua Indonesia Soeharto juga pernah mengalami situasi yang membuat beliau tak mampu menahan cucuran air matanya. Peristiwa tersebut terjadi kala penasihat spiritualnya yang kemudian merangkap sebagai asisten pribadi Bidang Ekonomi dan Perdagangan bernama Soedjono Hoemardani meninggal dunia pada tanggal 12 Maret 1986 di Tokyo, Jepang.