Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnavian meminta agar masyarakat tidak terpengaruh terhadap informasi gerakan penarikan uang secara besar-besaran atau rush money. Isu itu tersebar melalui media sosial.
Gerakan rush money berkembang bersamaan dengan rencana aksi demonstrasi jilid III terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Tito mengatakan, informasi mengenai rush money merupakan kebohongan. Sebab, informasi tersebut berasal dari sumber-sumber yang tak jelas. Selain itu, fakta yang dipaparkan dalam informasi itu juga tak tepat.
3. Blue Energy
Kabar Blue Energy yaitu hoax pengubahan air menjadi bensin pada 2008 sempat ramai di pemberitaan. Bahan bakar non fosil yang berasal dari air laut itu ditemukan oleh seorang pria asal Nganjuk bernama Joko Suprapto. Sama seperti PLTH, Blue energy ini juga mampu menipu pejabat Negara bahkan seorang Presiden.
Hingga Presiden memerintahkan membentuk tim untuk pengembangan blue energy, bahkan sudah memberi nama atas temuan itu sebagai “Minyak Indonesia Bersatu”. Blue energy bahkan lebih hebat karena Presiden kala itu SBY mengumumkan kepada dunia mengenai proyek energi baru berbahan baku air tersebut. Saat konferensi internasional Global Warming di Bali, akhir 2007, Minyak Indonesia Bersatu turut dipamerkan.
Namun saat akan mulai diproduksi menjelang peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2008 Joko Suprapto sang penemu justru menghilang. Temuan itu mendapat kecaman, terutama dari Universitas Gadjah Mada, karena dianggap bohong. UGM mengungkapkan, mereka sempat diminta membiayai proyek energi alternatif oleh kelompok Joko Suprapto dan kawan-kawan, senilai Rp 3 miliar.