SELAMA berabad-abad, gajah menjadi bintang sirkus keliling yang memikat orang banyak. Sayangnya, hal tersebut sering mengorbankan kesejahteraan gajah. Selain itu, perlakuan manusia terhadap gajah membuat kita bertanya-tanya bagaimana bisa manusia yang mempunyai akal dan pikiran setega itu menyiksanya.
Sejarah penggunaan makhluk cerdas yang menakjubkan tersebut untuk hiburan telah memancing protes dari berbagai kelompok dan aktivis kesejahteraan hewan. Berkat perlawanan mereka yang berdedikasi, opini publik telah berubah secara signifikan.
Pada 2016, sirkus Amerika yang terkenal, Ringling Bros dan Barnum & Bailey Circus, akhirnya mengakhiri pertunjukan gajahnya. Kelompok ini lalu mengembalikan 11 gajah sirkus mereka yang terkenal ke area gajah seluas hampir 1 kilometer persegi di Florida.
Namun hal tersebut jauh berbeda pada satu abad yang lalu. Saat Perang Dunia I berkecamuk, sirkus keliling merupakan satu dari sedikit sumber hiburan khusus untuk orang Amerika, sekaligus mengenalkan banyak masyarakat pada keajaiban alam.
Pada tahun-tahun sebelum TV mulai menampilkan acara, banyak sirkus yang berpindah dari satu kota ke kota lainnya di seluruh Amerika Serikat (AS). Pertunjukan mereka menjadi acara favorit banyak keluarga di kala itu. Namun pada 1916, seekor gajah seberat 5 ton bernama Mary mengalami kejadian yang sangat buruk dan mencoreng dunia sirkus.
Menurut laporan dari The Vintage News, Selasa (10/10/2017), Sparks World Famous adalah salah satu sirkus keliling dari banyak sirkus pada masa itu, namun "tontonan" yang mereka tawarkan kepada warga sebuah kota kecil di Tennessee tentu tidak pernah ditampilkan oleh sirkus lain sebelumnya.
Gajah yang dikenal sebagai Big Mary berpergian dengan Sparks World Famous Shows, tanpa kenal lelah menghibur anak-anak dan orang dewasa di seluruh negeri. Tetapi, hari-harinya sebagai bintang pertunjukan berakhir saat dia membunuh seorang pelatih di Kingsport, Tennessee, dan dijatuhi hukuman mati dengan digantung.
Fakta dari cerita 1916 bervariasi, terutama karena cerita tersebut banyak yang mengurangi atau menambahkan, bahkan karena peristiwanya yang sudah terlalu lama. Meski demikian, keganjilan dari cerita tersebut masih ada.
Big Mary telah menjadi bagian dari Sparks World Famous Shows untuk waktu yang lama. Dia menarik penonton di mana pun mereka tampil. Raksasa cerdas itu memamerkan berbagai talenta yang berbeda, termasuk memainkan alat musik dengan belalai. Tidak ada keraguan bahwa dia bisa terus menghibur orang banyak selama bertahun-tahun yang akan datang, namun takdir memiliki rencana lain untuknya.
Sang pawang, Walter Eldridge yang dipekerjakan sehari sebelum Big Mary membunuhnya, telah memperlakukannya dengan kasar dan tidak perhatian. Eldridge, yang mengendarai gajah saat parade di jalan utama di kota Kingsport, memukul Mary dengan alat sirkus. Ia melakukan hal tersebut karena Mary berhenti berjalan setelah melihat sebuah semangka di pinggir jalan dan mencoba mengambilnya dengan belalainya. Eldridge yang tak suka akan sikap Mary tersebut lalu memukulnya. Namun selucu apa pun Mary ia tetap hewan liar, Mary pun melempar Eldridge ke tanah dalam hitungan detik dan menginjak kepalanya. Menurut Daily Mail, salah satu dari orang-orang yang menyaksikan peristiwa tragis tersebut memberi tahu bahwa darah dan otak terlihat di seluruh penjuru jalan.
Kerumunan orang yang berkumpul di jalan Kingsport berlari menyelamatkan hidupnya karena takut Big Mary bisa membunuh mereka juga. Seseorang bahkan mencoba menembak mamalia itu, tapi tidak ada peluru yang cukup besar untuk membunuh Big Mary. Pemilik sirkus, Sparks, berhasil menenangkan Big Mary. Namun para warga menuntut agar gajah tersebut dibunuh sesegera mungkin.
Mereka mengikat gajah malang itu di dekat pengadilan sambil mencoba menemukan jalan untuk mengeksekusi gajah tersebut. Orang mencari keadilan atas apa yang dilakukan Big Mary dan tidak ada yang bisa dilakukan Charlie Sparks untuk menyelamatkannya. Dia tahu bahwa kejadian itu buruk bagi reputasi sirkusnya dan dalam usaha untuk menyelamatkan bisnisnya, dia menemukan gagasan untuk membuat pertunjukan dari eksekusi Big Mary.
Beberapa pilihan diajukan, termasuk memotongnya hidup-hidup dengan menggunakan dua kereta api yang akan melaju ke arah yang berlawanan. Sparks sendiri memutuskan untuk menggantung Big Mary. Ia menggunakan crane yang kuat mengangkut beban 100 ton di kota Edwin, sekira 40 mil dari Kingsport, dalam eksekusi Big Mary.
Menurut beberapa catatan, ada sekira 5.000 penonton yang hadir di tempat eksekusi dilakukan. Namun, membunuh Big Mary terbukti sangat sulit karena rantai tersebut pecah dan dia terjatuh ke tanah dan mengakibatnya pinggulnya patah. Mary yang malang diangkat lagi dan tinggal di sana selama setengah jam sebelum seorang dokter hewan mengumumkan bahwa dia telah meninggal.
Tidak ada yang tahu pasti di mana Big Mary dikubur. Yang diketahui adalah ada cerita sekeji ini dan itu membuat kita berpikir kapan manusia bisa menggunakan nalurinya. Nasib Big Mary tentu akan berbeda jika pawang berpengalaman yang menanganinya.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.