Peretasan terjadi pada September 2016. Pada Mei, pihak Korsel memang mengatakan bahwa dokumen militernya berhasil diretas Pyongyang. Namun, mereka tidak menyebutkan dokumen yang bocor.
Kantor berita Yonhap yang dikelola negara Korsel melaporkan bahwa Seoul telah mengalami serangan siber yang dilakukan oleh negara tetangganya dalam beberapa tahun terakhir. Banyak situs dan fasilitas pemerintah yang berhasil diretas.
BACA JUGA: Semenanjung Korea Memanas! Korsel Pertimbangkan Opsi Militer Hadapi Nuklir Korut
Negara yang terisolasi itu diyakini memiliki hacker terlatih khusus yang berbasis di luar negeri, termasuk di China. Namun, pihak Korut telah membantah tuduhan yang dibuat oleh Korsel.
Ketegangan antara Korut, Korsel, dan AS memang semakin memanas. Korut sendiri baru-baru ini mengklaim telah berhasil menguji bom hidrogen untuk rudal jarak jauh.