nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penting! Panduan Bagi Pemilih Agar Kenal Parpol Baru Peserta Pemilu 2019

Ahmad Sahroji, Jurnalis · Rabu 11 Oktober 2017 07:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 10 10 337 1792745 penting-panduan-bagi-pemilih-agar-kenal-parpol-baru-peserta-pemilu-2019-cGH7YE0rsx.jpg Pemilih sedang menggunakan hak pilihnya di dalam bilik suara

JAKARTA - Kelahiran sejumlah partai politik (parpol) baru pada pemilihan umum (pemilu) menjadi simbol dari tingginya partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi bernegara.

Pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menilai, partai politik (parpol) pendatang baru sangat berpotensi mendulang suara dan meraih dukungan. Parpol baru, diharapkan jadi alternatif bagi para pemilih.

"Yang penting mereka (parpol baru) bisa memperlihatkan wajah berbeda. Kalau tabiat dan prakteknya sama akan kesulitan," tuturnya.

Dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun, Okezone paparkan profil empat partai pendatang baru pada pemilu 2019 mendatang.

1. Partai Perindo

Partai ini didirikan oleh Hary Tanoesoedibjo, pengusaha dan pemilik MNC Group, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang media.

Perindo di deklarasikan pada 7 Februari 2015 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Pada acara deklarasi tersebut, turut hadir beberapa petinggi Koalisi Merah Putih (KMP), seperti Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Djan Faridz. Selain itu juga hadir Wiranto, Ketua Umum Hanura. Awalnya Perindo adalah ormas yang baru dideklarasikan pada 24 Februari 2013 di Istora Senayan, Jakarta.

Sejak didirikan tiga tahun lalu, partai berlambang rajawali ini sudah menunjukkan dedikasinya untuk menyejahterakan masyarakat. Sejumlah program pun ditelurkan sebagai bentuk nyata pengabdian partai di antaranya program bantuan gerobak usaha, koperasi nelayan, koperasi petani, pendistribusian beras dan sembako murah/ gratis, pelayanan kesehatan (ambulan, fogging) dan respon tanggap bencana, serta lainnya.

Tak pelak jika Lembaga konsultan politik PolMark Research Center Indonesia merilis hasil exit poll terbaru soal elektabilitas atau keterpilihan partai politik (parpol). Dari 13 parpol yang dipersaingkan, Perindo menempati posisi keempat.

2. Partai Idaman

Partai Islam Damai Aman atau disingkat Partai Idaman adalah sebuah partai politik di Indonesia. Partai ini didirikan oleh Rhoma Irama, seniman, penyanyi dan pemimpin Soneta Group, sebuah grup musik dangdut melegenda.

Partai Idaman di deklarasikan pada tanggal 14 Oktober 2015 (bertepatan dengan 1 Muharram 1437H) di Tugu Proklamasi, Jakarta, dengan dihadiri oleh pengurus DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) Partai Idaman dari 34 provinsi se-Indonesia serta para Habib dan Ulama. Pada acara deklarasi tersebut, disampaikan visi dan misi Partai Idaman serta Manifesto Politik.

Selanjutnya, Rhoma Irama melengkapi penyampaian visi tersebut dengan melantunkan lima lagu dengan syair-syair dakwahnya. Kelima lagu itu adalah “Bersatulah”, “Kita adalah Satu”, “Reformasi”, “Indonesia” dan “Pembaharuan”.

Pendirian partai ini dimaksudkan untuk menampilkan citra Islam yang mencerminkan rahmat bagi alam semesta (termasuk menghilangkan Islamofobia) serta membangun Indonesia sehingga menjadi negara yang Pancasilais.

3. Partai Berkarya

Partai Berkarya merupakan sebuah partai politik yang merupakan fusi dari dua partai politik, yaitu Partai Beringin Karya dan Partai Nasional Republik. Partai ini didirikan pada tanggal 15 Juli 2016 dan mendapatkan legitimasi hukum dan sah sebagai partai politik di Indonesia pada tanggal 17 Oktober 2016 setelah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengeluarkan surat keputusan.

Partai Berkarya dipimpin oleh Neneng A. Tutup dan posisi Sekretaris Jenderal dijabat oleh Badaruddin Andi Picunang. Ketua Dewan Pembina Partai dipegang oleh Hutomo Mandala Putra.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Laksamana TNI (Purn.) Tedjo Purdijatno, ditunjuk sebagai ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya. Partai Berkarya pada umumnya membuat program yang nyaris sama dengan partai lainnya, seperti memberikan bantuan kepada petani, nelayan, hingga usaha kecil dan menengah. Mereka juga menargetkan untuk bisa mengikuti Pemilu 2019 dan menempati peringkat tiga besar.

Pada tanggal 23 Januari 2017, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Berkarya Kota Makassar secara resmi membentuk Srikandi Partai Berkarya, untuk merekrut anggota-anggota baru dan mensosialisasikan Partai Berkarya di tengah-tengah masyarakat Kota Makassar.

4. Partai Solidaritas Indonesia

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah partai politik di Indonesia yang baru didirikan pasca Pemilu tahun 2014. Partai ini diketuai oleh mantan presenter berita Grace Natalie.

Partai ini cenderung mengambil target partisipan kalangan anak muda, perempuan dan lintas agama. Tokoh-tokoh partai ini banyak mengajak warga negara muda untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan politik. Sebagai contoh adalah dalam perayaan HUT Republik Indonesia yang ke-70 (pada Agustus 2015) dan Pemilu Kepala Daerah serentak (pada Desember 2015).

Tokoh-tokoh partai ini menggunakan media sosial Twitter dan Facebook secara aktif untuk mengajak warga muda dalam berpartisipasi dalam kegiatan politik. Sebagai contoh adalah dengan menciptakan hash tag pada jejaring sosial seperti #Merdeka100Persen saat HUT RI ke 70 dan #KepoinPilkada saat Pilkada serentak pada Desember 2015 yang lalu.

Partai ini resmi menjadi Badan Hukum setelah melalui verifikasi Kementerian Hukum dan HAM pada tanggal 7 Oktober 2016. Partai ini jadi satu-satunya Partai baru yang lolos seleksi badan hukum pasca Pilpres 2014.

PSI juga membawa platform tentang solidaritas, pluralitas beragama, suku, dan bangsa. Partai ini mengklaim akan mengisi tokoh-tokoh partai dengan anak muda dan tidak ingin adanya "bekas" politisi partai lain yang memasuki partai ini.

Ada aturan bahwa pengurus partai dibatasi maksimal 45 tahun, dan saat ini pengurus daerah rata-rata berumur 20-30 tahun. Selain itu Partai ini tidak mau bertumpu kepada seorang tokoh untuk mengangkat nama partai, seperti partai politik lain kebanyakan.

Seperti diketahui, pada survei SMRC elektabilits posisi teratas ditempati PDIP 27,1% dan Golkar 11,4%. Disusul Gerindra 10,2%, Demokrat 6,9%, PKB 5,5%, PKS 4,4%, PPP 4,3%, PAN 3,6%, NasDem 2,4%, Perindo 2,0%, Hanura 1,3%, PBB 0,1%.

Kemudian Partai Idaman 0%, PSI 0%, lainnya 0,3%. Lalu 18,8% responden tidak menjawab atau tidak tahu. Survei tersebut dilakukan pada 3-10 September terhadap 1.220 sampel warga yang dipilih secara acak. Margin error-nya kurang lebih 3,1% dengan tingkat kepercayaan 95%.

(ydp)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini