JAKARTA - Kelahiran sejumlah partai politik (parpol) baru pada pemilihan umum (pemilu) menjadi simbol dari tingginya partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi bernegara.
Pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menilai, partai politik (parpol) pendatang baru sangat berpotensi mendulang suara dan meraih dukungan. Parpol baru, diharapkan jadi alternatif bagi para pemilih.
"Yang penting mereka (parpol baru) bisa memperlihatkan wajah berbeda. Kalau tabiat dan prakteknya sama akan kesulitan," tuturnya.
Dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun, Okezone paparkan profil empat partai pendatang baru pada pemilu 2019 mendatang.
1. Partai Perindo
Partai ini didirikan oleh Hary Tanoesoedibjo, pengusaha dan pemilik MNC Group, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang media.
Perindo di deklarasikan pada 7 Februari 2015 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta. Pada acara deklarasi tersebut, turut hadir beberapa petinggi Koalisi Merah Putih (KMP), seperti Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Djan Faridz. Selain itu juga hadir Wiranto, Ketua Umum Hanura. Awalnya Perindo adalah ormas yang baru dideklarasikan pada 24 Februari 2013 di Istora Senayan, Jakarta.
Sejak didirikan tiga tahun lalu, partai berlambang rajawali ini sudah menunjukkan dedikasinya untuk menyejahterakan masyarakat. Sejumlah program pun ditelurkan sebagai bentuk nyata pengabdian partai di antaranya program bantuan gerobak usaha, koperasi nelayan, koperasi petani, pendistribusian beras dan sembako murah/ gratis, pelayanan kesehatan (ambulan, fogging) dan respon tanggap bencana, serta lainnya.