JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengakui bahwa peredaran narkoba juga melibatkan oknum aparatur sipil negara (ASN). Ia meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) ikut melakukan inspeksi mendadak ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), sebagai lembaga pendidikan penghasil ASN.
Bagi ASN yang tertangkap mengkonsumsi atau mengedarkan barang haram itu, Tjahjo menegaskan tak ada hukuman lain selain pemecatan tidak hormat. Ia mengakui narkoba tak tertutup kemungkinan manyasar lembaga pendidikan seperti IPDN.
Tjahjo pun menyarankan kepada Kepala BNN Budi Waseso untuk sidak ke IPDN. “Saya saran sama Pak Budi Waseso buat sidak sekali-kali ke IPDN Jakarta. Itu pernah ada lho yang bawa (narkoba)," kata Tjahjo saat menjadi pembicara seminar Pembangunan Alternatif untuk Aceh Bebas Narkoba, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu (11/10/2017).
Tjahjo bercerita, pernah ada seorang siswa IPDN yang membawa narkoba seberat 500 gram atau setengah kilogram. Hal tersebut membuat pihak kampus dan orang tua siswa terkejut.
Tjahjo pun menyarankan tak hanya IPDN, tetapi sekolah,-sekolah juga disidak narkoba. Pasalnya, saat ini bentuk fisik narkoba bisa dikamuflase dalam bentuk jajanan yang biasa dikonsumsi anak-anak di sekolah.