Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pernah Ditempati Pejabat Belanda, Ini Sejarah Rumah Dinas Gubernur Jakarta

Ahmad Sahroji , Jurnalis-Senin, 16 Oktober 2017 |06:22 WIB
Pernah Ditempati Pejabat Belanda, Ini Sejarah Rumah Dinas Gubernur Jakarta
Rumah dinas Gubernur DKI Jakarta tempo dulu (Foto: jakarta.go.id)
A
A
A

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Rasyid Baswedan rencananya akan segera menempati rumah dinas Gubernur di Jalan Taman SUropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat. Salah satu alasannya karena tempat tinggalnya saat ini di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sedang dilakukan pembangunan infrastruktur yang berdampak padatnya arus lalu lintas.

Olehnya itu, untuk efisiensi waktu dirinya memilih tinggal di rumah dinas untuk cepat sampai ke Balai Kota DKI di Jakarta Pusat dan bisa menjalankan tugasnya sebagai gubernur. "Kami insya Allah akan menempati rumah dinas," ujar Anies dalam wawancara khusus di iNews TV, beberapa waktu lalu.

Namun, di balik rumah dinas yang kerap digunakan orang nomor satu di Jakarta itu, menyimpan sejarah menarik yang layak diketahui. Ternyata rumah dinas tersebut sudah diperuntukan sebagai tempat tinggal para wali kota atau gubernur DKI Jakarta sejak zaman kolonial Belanda.

Mulanya bangunan tersebut merupakan tempat tinggal dari Mr. GJ Bisschop, seorang Burgermeester (wali kota) pertama dari Gemeenteraad Batavia yang memerintah Batavia sejak tahun 1916 sampai 29 Juni 1920. Bangunannya dirancang itu dirancang oleh Ir. Kubath di atas areal tanah bekas eigendom.

Bangunan berlantai dua dengan ruangan tambahan (pavilliun) berada di sebelah timur bangunan utama dan gudang yang berada di sebelah barat dengan luas keseluruhannya sekitar 1.100 meter persegi. Bangunan ini bagian dindingnya terbuat dari batu bata dengan genteng berwarma hijau.

Bangunan ini berdiri di atas kapling huk, kemudian diisi dengan rumah induk agak bersegi empat (kuadrat) dengan dua tambahan bangunan pendek. Tambahan yang lebih panjang ini dilengkapi dengan teras yang setengah beratap dan setengah terbuka (bundar).

Atap perisai yang tinggi dan agak curam mengimbangi kesan bidang besar tembok muka bersegi empat. Komposisi bangunan menghasilkan dinamika yang tanggap terhadap Taman Suropati di hadapannya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement