BANDUNG - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ternyata masih belum memiliki sikap tegas dalam menghadapi Pilgub Jawa Barat 2018. PPP sendiri belakangan diketahui mesra dengan poros baru bersama Demokrat, PAN, dan Gerindra.
Di sisi lain, Partai NasDem mengklaim PPP besar kemungkinan akan mengusung Ridwan Kamil. Bahkan, prosentase PPP mengusung pria yang akrab disapa Emil itu disebut sudah mencapai 70 persen.
Ketua Bidang OKK DPP PPP, Qoyum Abdul Jabar mengatakan prioritas PPP dalam pilgub nanti adalah ingin menempatkan kadernya sebagai kandidat. Sehingga, partai yang memberi ruang bagi PPP untuk mengusung kadernya, maka peluang membangun koalisi akan sangat besar.
"Yang pasti begini, PPP kan sembilan kursi di Jawa Barat, kemudian basis massa PPP kan di Jawa Barat, PPP juga punya kader yang ditawarkan. Secara garis besar, saya ingin sampaikan, siapapun koalisi yang membawa kader PPP (menjadi kandidat), prosentase kemungkinan untuk kita dukung itu yang paling besar," kata Qoyum di Kota Bandung, Senin (16/10/2017).
Bagi PPP, mendorong kader menjadi kandidat adalah prioritas utama. Tapi, PPP bersikap realistis. PPP akan mendorong kadernya menjadi cawagub. Dua sosok yang ditawarkannya adalah Uu Ruzhanul Ulum dan Asep Maoshul.
"Iya dong (kader PPP diprioritaskan jadi cawagub), buat apa kita membangun kader," ucapnya.
PPP sendiri saat ini terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak. Bahkan, ia menyebut PPP berkomunikasi dengan berbagai partai. Yang ditawarkan PPP pada semua partai pun sama.
"Dengan partai politik semua berkomunikasi, tapi kan tawaran PPP sederhana, ya itu tadi, kita punya kader gitu lho," jelas Qoyum.
Soal langkah DPW PPP Jawa Barat yang mesra dengan Poros Baru, ia mengatakan DPP sudah mengetahuinya. Sehingga hal itu tidak dipermasalahkan.
Tapi, di sisi lain, Emil intens berkomunikasi dengan DPP PPP. Sementara selain Emil, kandidat lain juga menjalin komunikasi dengan DPP PPP, yaitu Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar.
Bedanya, Emil lebih gencar dalam berkomunikasi dengan DPP PPP dibanding kandidat lain. Tapi, ada catatan tersendiri. Itu karena Emil selama ini belum berkomunikasi dengan DPW PPP Jawa Barat.
"Ridwan Kamil lebih intens (berkomunikasi dengan DPP dibanding kandidat lain). Tapi dia harus komunikasi dengan DPW juga dong," tuturnya.
Disinggung kapan PPP akan mengambil sikap tegas terkait pilgub, ia berharap secepatnya lebih baik. Sehingga, PPP bisa fokus melakukan kerja politik jelang pilgub.
"Saya tidak bisa pastikan. Yang pasti harus secepatnya. Semakin cepat koalisi terbangun, semakin cepat branding kandidat, semakin cepat kerja-kerja politik," tandas Qoyum. (sym)
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.