Maka dari itu, ia mengaku tidak hanya membangun fisik, tapi membangun budaya sosial baru. Itulah resepnya sebagai wali kota, hingga 'diganjar'menjadi kota terbersih ditingkat ASEAN.
"Sekarang kita kota terbersih, di Asean malah kita dapat Award Asean. Kemudian kita partispasi publik paling tinggi dan indeks happines paling tinggi juga. Jadi ini adalah bagaimana masyarakat bergerak," tukasnya.
Sekarang, program itulah yang ia terus galakkan. Tercatat sudah 65 lorong di Makassar atau sekitar 4000-5000 lorong yang ia sulap, dari hampa menjadi terberdayan.
Beragam program ia rancang, diantaranya sudah berbentuk lorong garden. Sedangkan yang sudah berbentuk Badan Usaha Lorong (BULo), memiliki lorong sehat, pengajian lorong.
"Sekarang melanda seluruh masyarakat Makassar. Dan masyarakat yang malas, dia akan malu sendiri, terisolir sendiri. Inilah mesin otomatis membangun kota lewat publik engagement," pungkas Danny.
(Salman Mardira)