140 Orang Ditangkap Terkait Kekerasan Vampir di Malawi

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Sabtu 21 Oktober 2017 03:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 21 18 1799705 140-orang-ditangkap-terkait-kekerasan-vampir-di-malawi-hleEElgadB.JPG Presiden Malawi Peter Mutharika (Foto: Lucas Jackson/Reuters)

LILONGWE – Isu adanya vampir di Malawi sempat membuat heboh dunia. Pasalnya, beberapa staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sampai ditarik karena kekerasan melanda. Kekerasan tersebut terjadi karena adanya rumor orang-orang yang berubah menjadi vampir atau makhluk penghisap darah.

BACA JUGA: Duh! Rumor Vampir Picu Kekerasan Massal di Malawi, Staf PBB Sampai Ditarik Keluar

Sedikitnya delapan orang tewas sepanjang dua pekan terakhir, termasuk dua orang pria, pada Kamis 19 Oktober, di Blantyre. Menurut polisi, satu orang korban sengaja dibakar dan dirajam batu oleh massa. Operasi penangkapan besar-besaran langsung dilakukan demi mengurangi kekerasan tersebut.

Melansir dari BBC, Sabtu (21/10/2017), sedikitnya 140 orang ditangkap oleh polisi atas dugaan kasus kekerasan tersebut. Sementara itu, dua orang lainnya dikabarkan ditangkap karena mengancam akan menghisap darah warga setempat. Tetapi, polisi tidak bisa mengonfirmasi laporan tersebut.

Juru bicara Kepolisian Malawi, James Kaledzera mengatakan, polisi sudah menambahkan patrol di sejumlah area yang tersiar kabar adanya vampir tersebut. Polisi juga memberlakukan jam malam bagi warga di wilayah selatan Malawi.

BACA JUGA: Presiden Malawi Akan Buru Vampir dan Ilmu Sihir untuk Redakan Kekerasan Massal

Presiden Peter Mutharikan sudah berkunjung ke sebagian wilayah yang terkena dampak kekerasan tersebut. Ia berjanji untuk menggelar penyelidikan atas serangkaian pembunuhan tersebut. Pria berkacamata itu juga sebelumnya meminta para tersangka praktik vampir untuk berhenti melakukan teror serta memberantas praktik sihir.

Berdasarkan laporan Departemen Keselamatan dan Keamanan PBB (UNDSS), isu munculnya vampir tersebut datang dari negara tetangga, Mozambik, dan kemudian menyebar. Namun, UNDSS tidak mengetahui dengan jelas bagaimana awal mula cerita mengenai vampir tersebut.

Kepercayaan akan ilmu sihir tersebar luas di daerah pedesaan di Malawi, salah satu negara termiskin di dunia. Kemiskinan tersebut menjadi alasan banyaknya lembaga bantuan dan lembagas swadaya masyarakat (LSM) bekerja. Serentetan kekerasan dan aksi main hakim sendiri terkait rumor vampir juga pernah terjadi di Malawi pada 2002.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini