Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenang 91 Tahun Kematian Houdini, Legenda Escapologist dengan Berbagai Warna Kehidupan

Yudhistira Dwi Putra , Jurnalis-Selasa, 31 Oktober 2017 |08:31 WIB
Mengenang 91 Tahun Kematian Houdini, Legenda Escapologist dengan Berbagai Warna Kehidupan
Harry Houdini dalam Sebuah Pertunjukan (FOTO: Okezone/Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Tepat 91 tahun lalu, 31 Oktober 2019, Harry Houdini, pesulap ternama asal Hungaria yang dikenal sebagai escapologist atau ahli meloloskan diri meregang nyawa. Houdini mati tepat tujuh hari setelah aksi terakhirnya di Teater Garrick, Detroit, Amerika Serikat.

Kematian Houdini sempat menjadi misteri. Berbagai pihak banyak mengaitkan kematian Houdini dengan aksi terakhirnya pada tanggal 24 Oktober 1926. Namun, sebuah hasil rekam medis atas dirinya mengungkap diagnosa kematian Houdini yang disebut-sebut diakibatkan oleh peritonitis di bagian umbai cacing organ ususnya.

Peritonitis adalah peradangan yang biasanya disebabkan oleh infeksi pada selaput rongga perut. Peradangan ini tergolong komplikasi berbahaya yang sering terjadi akibat penyebaran infeksi dari organ-organ di sekitar rongga perut atau abdomen.

Dalam kasus Houdini, berbagai sumber mensinyalir peristiwa dua hari sebelum pertunjukan terakhir Houdini di Detroit sebagai penyebab infeksi pada selaput rongga perutnya.

Kala itu, sore hari tanggal 22 oktober 1926 di sebuah acara, dua orang mahasiswa dari Universitas McGill masuk ke ruang ganti Houdini. Salah satu dari mereka, J Gordon Whitehead kemudian menantang Houdini, apakah dirinya kuat menerima pukulan di daerah perut seperti aksi yang biasa diperagakan banyak pesulap di dunia.

Houdini pun menjawab "ya." Lalu, tanpa aba-aba, Whitehead menyarangkan empat kali pukulan keras ke arah Houdini yang tengah mencari surat dan sama sekali belum mempersiapkan diri. Akibat pukulan itu, Houdini mengalami kesakitan yang luar biasa di bagian perut. Pukulan itu rupanya memicu penyakit usus buntunya menjadi semakin parah.

Pada malam pertunjukan tanggal 24 Oktober 1926, Houdini tampil dalam kondisi kesehatan yang sangat buruk. Dalam kondisi demam tinggi, Houdini nekat melanjutkan aksinya, meski seluruh keluarga dan tim --termasuk dokter-- melarang dirinya untuk beraksi malam itu.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement