Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenang 91 Tahun Kematian Houdini, Legenda Escapologist dengan Berbagai Warna Kehidupan

Yudhistira Dwi Putra , Jurnalis-Selasa, 31 Oktober 2017 |08:31 WIB
Mengenang 91 Tahun Kematian Houdini, Legenda Escapologist dengan Berbagai Warna Kehidupan
Harry Houdini dalam Sebuah Pertunjukan (FOTO: Okezone/Istimewa)
A
A
A

Karir Houdini mulau menanjak sejak tahun 1899, ketika ia dipertemukan dengan Martin Beck, pria asal Woodstock, Illinois, Amerika Serikat yang kelak menjadi manajernya.

Dalam sebuah pertunjukan, Beck jatuh cinta dengan aksi Houdini meloloskan diri dari borgol. Beck lalu meyakinkan Houdini untuk berfokus pada kemampuannya meloloskan diri. Tak hanya itu, Beck pun memberi tempat kepada Houdini untuk melakukan pertunjukan berkala di Orpheum vaudeville circuit. Dalam beberapa bulan, aksi Houdini mashyur dan membawanya mengelilingi gedung pertunjukan terkemuka di seluruh negeri.

Pada tahun-tahun selanjutnya, Beck mengatur tur Houdini di Eropa. Houdini dan Beck sempat gagal pentas setelah tak dapat menarik perhatian Dundas Slater, manajer Alhambra Theatre, London, Inggris. Houdini tak begitu saja menyerah. Ia lantas mendemonstrasikan aksi pelolosan diri dari borgol di Scotland Yard. Aksi itu tak hanya berhasil menarik perhatian Slater, namun juga petugas kepolisian di London. Mulai hari itu, sepanjang enam bulan kedepan, Houdini mendapatkan panggungnya di Alhambra Theatre.

Sejak itu, karir Houdini terus melesat. Aksi paling ikoniknya adalah chinese water torture, di mana Houdini yang tubuhnya digantung terbalik berhasil meloloskan diri dari lemari kaca yang diisi penuh dengan air.

Sebagai pesulap, Houdini dikenal sebagai anti-supranaturalis. Houdini, sepanjang karir sulapnya banyak membuktikan omong kosong soal sihir dan kemampuan magis banyak orang yang kala itu menyebut diri mereka sebagai penyihir. Bahkan, pada 1926, ia bersaksi di depan Kongres guna mendukung undang-undang yang melarang praktik perdukunan atau sihir. Atas berbagai polahnya itu, Houdini dimusuhi di kalangan banyak penyihir. Sampai-sampai, sejumlah pihak menyebut kematian Houdini merupakan andil dari sejumlah penyihir yang membencinya.

Harry Houdini bukan hanya seorang pesulap, ia juga menyukai dunia penerbangan. Kali pertama ia tertarik dengan pesawat ketika berada di Eropa pada 1909.

Ia kemudian membeli pesawat sayap ganda Voisin buatan Prancis dan menjadi salah satu pilot swasta pertama dunia. Sayangnya, ia mengalami kecelakaan dalam penerbangan perdana di Jerman. Tapi hal itu tidak membuatnya jera.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement