TEHERAN - Iran menolak tuduhan atas pemberian rudal balistik kepada pemberontak Houthi di Yaman, setelah sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari Yaman mendekati ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada Sabtu 4 November.
Rudal tersebut dicegat oleh militer Arab Saudi melalui bandara internasional dan dipimpin oleh koalisi pimpinan Arab Saudi. Serangan tersebut mendorong penutupan sementara semua daratan, udara, dan pelabuhan yang menghubungkan ke Yaman.
"Klaim bahwa rudal tersebut dikirim ke Yaman oleh Iran tidak berdasar. Rudal tersebut telah diproduksi oleh orang-orang Yaman dan industri militer mereka,” ungkap Mayor Jenderal Jafari, seperti dikutip dari CNN, Senin (6/11/2017).
BACA JUGA: Ditembak Rudal Balistik dari Yaman, Arab Saudi Salahkan Iran dan Ancam Umumkan Perang
Pemberontak Houthi di Yaman mengatakan bahwa mereka meluncurkan rudal jarak jauh Burqan 2H di bandara Saudi. Arab Saudi dan sekutunya menuduh Iran memberikan dukungan material kepada pemberontak Houthi.
"Peran Iran dan komando langsungnya terhadap Houthi-nya dalam hal ini merupakan tindakan agresi yang jelas yang menargetkan negara-negara tetangga, dan mengancam perdamaian dan keamanan di wilayah tersebut secara global," ungkap sebuah pernyataan yang diberikan oleh koalisi pimpinan Arab Saudi.
BACA JUGA: Targetkan Riyadh, Rudal Balistik dari Yaman Ditembak Jatuh Arab Saudi