Share

Ditembak Rudal Balistik dari Yaman, Arab Saudi Salahkan Iran dan Ancam Umumkan Perang

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 06 November 2017 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 06 18 1809101 ditembak-rudal-balistik-dari-yaman-arab-saudi-salahkan-iran-dan-ancam-umumkan-perang-g0ZFStvcFG.jpg Foto: Reuters

RIYADH โ€“ Arab Saudi telah menuduh Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan rudal balistik yang diluncurkan Yaman terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh akhir pekan lalu. Riyadh memperingatkan bahwa serangan itu bisa dianggap sebagai sebuah โ€œact of warโ€ atau tindakan yang membenarkan Arab Saudi untuk mengumumkan perang.

BACA JUGA: Targetkan Riyadh, Rudal Balistik dari Yaman Ditembak Jatuh Arab Saudi

Melalui pernyataan yang diumumkan pada Senin dini hari, 6 November, Arab Saudi secara langsung menyalahkan Iran atas serangan rudal tersebut. Riyadh mengklaim serangan itu tidak akan terjadi jika Iran tidak memberikan dukungan pada pemberontak Houthi di Yaman.

โ€œPeran Iran dan komando langsungnya terhadap proxy Houthi dalam hal ini merupakan tindakan agresi yang jelas yang menargetkan negara-negara tetangga, dan mengancam perdamaian dan keamanan di wilayah dan secara global,โ€ demikian isi pernyataan yang diterbitkan oleh kantor berita resmi Arab Saudi sebagaimana dikutip RT, Senin (6/11/2017).

โ€œOleh karena itu, komando koalisi menganggap ini tindakan terang-terangan agresi militer oleh rezim Iran, dan dapat dianggap sebagai tindakan perang melawan Kerajaan Arab Saudi," tambah pernyataan tersebut. Arab Saudi juga memperingatkan bahwa mereka berhak membalas tindakan Iran tersebut dengan cara dan di waktu yang pantas.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Sabtu, 4 November sebuah rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Yaman, menuju ke arah Bandara Internasional King Khalid di dekat Ibu Kota Riyadh. Rudal tersebut berhasil dicegat dan jatuh di daerah bandara tanpa menyebabkan kerusakan yang berarti.

BACA JUGA: Jenderal Iran Berkomentar Soal Kemungkinan Pembunuhan Raja Saudi

Pemberontak Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa rudal balistik Volcano-1 diproduksi di dalam negeri. Namun, Arab Saudi menuduh Iran memasok senjata tersebut untuk Houthi sehingga serangan tersebut bisa terjadi. Teheran sendiri meski secara terang-terangan menyatakan dukungannya bagi Houthi, telah membantah memberi pasokan senjata kepada mereka.

Sebagai respons dari serangan tersebut, Arab Saudi telah menutup semua perlintasan perbatasan darat dengan Yaman, serta pelabuhan dan bandaranya di Yaman.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini