"Keduanya lebih pantas disebut kader NU yang ironisnya justru memperebutkan suara warga NU pada Pilgub Jawa Timur mendatang," terangnya.
Selain itu, lanjut Arif, lemahnya kaderisasi parpol juga terlihat dalam Pilkada Jawa Barat. Seperti Partai Golkar yang lebih memilih mengusung Ridwan Kamil dibandingkan mengusung bupati Purwakarta yang merupakan kadernya yakni Dedi Mulyadi.
"Di Jawa barat juga sama, itu menunjukkan lemahnya kaderisasi politik. Kenapa? Pragmatisme untuk meraih kemenangan ini melampaui ideologi partai. Partai-partai yang berbasis agama bisa berseteru atau bersekutu dengan parpol yang berbasis non agama. Jadi memang pragmatisme lebih menonjol," ucapnya.
(Mufrod)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.